Sukses Bukan Hanya untuk Mereka
Jum'at, 15 Mei 2015 - 08:59 WIB
Sukses Bukan Hanya untuk Mereka
A
A
A
Sukses. Siapa yang tidak memimpikannya walau dalam pemikiran, pandangan dan bayangan berbeda dari setiap orang.
Kesuksesan sesungguhnya bersifat pribadi. Bagi satu orang, sukses diukur dengan kebahagiaan. Ada juga yang mengukurnya dalam bentuk materi atau kekayaan, pangkat dan kekuasaan. Oleh karena itu, berbicara tentang sukses tergantung dengan siapa kita berbicara. Namun, secara umum dalam bisnis kita memandang dan merumuskan sukses dari besaran kekayaan perusahaan dan orangorang yang berada di belakangnya.
Entah pemegang saham ataupun pimpinan tertinggi yang mengelola perusahaan. Ada pula sosok individu yang tidak dapat dipisahkan dengan kesuksesan perusahaan. Sebut saja Bill Gates dengan Microsoft- nya, Apel dengan Steve Jobs-nya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya dan Virgin Atlantik dengan Richard Branson- nya, atau deretan nama lain yang terkenal.
Belajar dari kebiasaan dan pandangan mereka akan mendorong Anda untuk setidaknya berusaha meraih sukses sekalipun dalam bentuk lain dan skala yang berbeda. Mari kita telusuri satu per satu: Pertama, fokus. Fokus mempertajam visi dan tujuan, tidak bercabang, sehingga energi, pemikiran dan segenap daya disiapkan dan dituangkan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan.
Jika perlu melakukan diversifikasi tidak lain untuk memperkuat dalam meraih tujuan utama yang menjadi fokus. Kedua, membuat dan memiliki perencanaan. Ungkapan plan your work; work your plan, sangat relevan. Dengan membuat perencanaan kita sudah setengah jalan menuju sukses.
Dikatakan, bukan perencanaan dan program yang disusun yang terpenting namun proses dalam merencanakan yang menjadikan sebuah pembelajaran penting karena sementara kita menyusun perencanaan pikiran kita jalan, imajinasi kita jalan, proyeksi kita jalan. Perencanaan yang disusun dengan matang dan menampung semua inspirasi yang diolah bagaikan sebuah peta yang gamblang menuju tujuan kita dan akan menuntun kita tiba di tujuan.
Ketiga, mendelegasikan. Pekerjaan besar tidak mungkin dikerjakan sendiri, memerlukan orang lain untuk menolong kita, mereka harus menjadi tim terkuat dalam mewujudkan impian kita. Delegasi bukan berarti buta, menyerahkan sepenuhnya dan hanya menunggu hasil, namun kita dapat mengikuti dan melakukan interupsi di mana perlu agar tetap terarah.
Kita harus tetap memegang kendali. Namun perlu kita sadari bahwa delegasi juga merupakan risiko karena sebagian tanggung jawab diserahkan maka wewenang pun harus sejalan agar tidak ada ketimpangan.
Keempat, tetap belajar. Belajar tidak boleh berhenti terutama atas hal-hal yang bersifat strategis. Dunia mengalami percepatan yang luar biasa. Kita bisa ketinggalan dalam hitungan hari bahkan jam dari orang lain dibanding dengan dahulu sebelum dunia teknologi informasi begitu maju. Komunikasi internet menjadi gaya hidup dengan informasi yang sangat lengkap dan cepat.
Kita tidak boleh lagi berpikir dengan cara alon-alon asal kelakon, namun harus dengan pemikiran ”siapa cepat dia dapat”. Kita belajar bukan saja agar tidak ketinggalan, akan tetapi justru dengan belajar kita berlari di depan sehingga kita selalu menjadi yang tetap dan tepat memimpin.
Kelima, menjadi pemimpin. Jika anda ingin sukses Anda harus memimpin dan bukan pengikut yang dipimpin. Itulah perlunya kita lebih menguasai dari yang lain dalam berbagai hal atau setidaknya atas faktor atau elemen terpenting dalam bisnis yang kita geluti. Sebagian besar orang lebih menyukai dan senang menjadi pengikut, oleh karena mereka malas dan tidak bersedia membayar harganya untuk berpikir dan berbuat lebih dari seharusnya.
Keenam, menghormati orang lain. Setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin kita tidak memilikinya dan setiap orang memiliki sesuatu yang patut diteladani dan berhak memperoleh pujian kita. Memang ada perbedaan gaya hidup di dunia barat dan timur. Di barat, para pemimpin perusahaan besar mudah bergaul dengan bawahan dan pengikut mereka tanpa rasa canggung.
Bahwa para bawahan dan pengikut mereka yang merasa canggung itu bukan salah dari pemimpin namun karena mereka menaruh hormat. Sedangkan di dunia timur para pemimpin sangat haus akan kekuasaan dan gila hormat, merasa tabu dan terhina jika harus bergaul dengan bawahan dan pengikut secara erat.
Ketujuh, membuat evaluasi . Ini diperlukan untuk memeriksa apakah yang kita jalankan dan jalani sesuai dengan roadmap yang kita susun. Evaluasi menyangkut banyak hal yang merupakan faktor-faktor penentu. Jangan take for granted bahwa semua baik-baik saja. Justru Anda perlu curiga jika memperoleh laporan yang baikbaik saja, karena dapat menjerumuskan dan sudah bahkan bisa sangat terlambat ketika Anda menyadarinya.
Kedelapan, menjadi sumber inspirasi. Tidak perlu semua-mua Anda yang harus berpikir, namun berpikirlah yang paling memberikan inspirasi bagi orang lain, berharga ketika orang lain mengikuti jalan pikiran Anda, dan ketika Anda memberikan dorongan dan semangat kepada mereka. Biarkan mereka banyak berpikir untuk Anda dan bukan sebaliknya.
Kesembilan, jangan lupa dan jangan pelit untuk berterima kasih. Anda tidak mungkin berhasil tanpa bantuan orang lain dalam berbagai bentuk. Sebagai balasannya ucapan dan ungkapan terima kasih menunjukkan Anda seorang yang mawas diri dan rendah hati. Orang menyukai sikap kita terlebih ketika mereka mengetahui kita seorang yang berhasil, a success story!
DR Eliezer H Hardjo PhD, CM
Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)
Kesuksesan sesungguhnya bersifat pribadi. Bagi satu orang, sukses diukur dengan kebahagiaan. Ada juga yang mengukurnya dalam bentuk materi atau kekayaan, pangkat dan kekuasaan. Oleh karena itu, berbicara tentang sukses tergantung dengan siapa kita berbicara. Namun, secara umum dalam bisnis kita memandang dan merumuskan sukses dari besaran kekayaan perusahaan dan orangorang yang berada di belakangnya.
Entah pemegang saham ataupun pimpinan tertinggi yang mengelola perusahaan. Ada pula sosok individu yang tidak dapat dipisahkan dengan kesuksesan perusahaan. Sebut saja Bill Gates dengan Microsoft- nya, Apel dengan Steve Jobs-nya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya dan Virgin Atlantik dengan Richard Branson- nya, atau deretan nama lain yang terkenal.
Belajar dari kebiasaan dan pandangan mereka akan mendorong Anda untuk setidaknya berusaha meraih sukses sekalipun dalam bentuk lain dan skala yang berbeda. Mari kita telusuri satu per satu: Pertama, fokus. Fokus mempertajam visi dan tujuan, tidak bercabang, sehingga energi, pemikiran dan segenap daya disiapkan dan dituangkan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan.
Jika perlu melakukan diversifikasi tidak lain untuk memperkuat dalam meraih tujuan utama yang menjadi fokus. Kedua, membuat dan memiliki perencanaan. Ungkapan plan your work; work your plan, sangat relevan. Dengan membuat perencanaan kita sudah setengah jalan menuju sukses.
Dikatakan, bukan perencanaan dan program yang disusun yang terpenting namun proses dalam merencanakan yang menjadikan sebuah pembelajaran penting karena sementara kita menyusun perencanaan pikiran kita jalan, imajinasi kita jalan, proyeksi kita jalan. Perencanaan yang disusun dengan matang dan menampung semua inspirasi yang diolah bagaikan sebuah peta yang gamblang menuju tujuan kita dan akan menuntun kita tiba di tujuan.
Ketiga, mendelegasikan. Pekerjaan besar tidak mungkin dikerjakan sendiri, memerlukan orang lain untuk menolong kita, mereka harus menjadi tim terkuat dalam mewujudkan impian kita. Delegasi bukan berarti buta, menyerahkan sepenuhnya dan hanya menunggu hasil, namun kita dapat mengikuti dan melakukan interupsi di mana perlu agar tetap terarah.
Kita harus tetap memegang kendali. Namun perlu kita sadari bahwa delegasi juga merupakan risiko karena sebagian tanggung jawab diserahkan maka wewenang pun harus sejalan agar tidak ada ketimpangan.
Keempat, tetap belajar. Belajar tidak boleh berhenti terutama atas hal-hal yang bersifat strategis. Dunia mengalami percepatan yang luar biasa. Kita bisa ketinggalan dalam hitungan hari bahkan jam dari orang lain dibanding dengan dahulu sebelum dunia teknologi informasi begitu maju. Komunikasi internet menjadi gaya hidup dengan informasi yang sangat lengkap dan cepat.
Kita tidak boleh lagi berpikir dengan cara alon-alon asal kelakon, namun harus dengan pemikiran ”siapa cepat dia dapat”. Kita belajar bukan saja agar tidak ketinggalan, akan tetapi justru dengan belajar kita berlari di depan sehingga kita selalu menjadi yang tetap dan tepat memimpin.
Kelima, menjadi pemimpin. Jika anda ingin sukses Anda harus memimpin dan bukan pengikut yang dipimpin. Itulah perlunya kita lebih menguasai dari yang lain dalam berbagai hal atau setidaknya atas faktor atau elemen terpenting dalam bisnis yang kita geluti. Sebagian besar orang lebih menyukai dan senang menjadi pengikut, oleh karena mereka malas dan tidak bersedia membayar harganya untuk berpikir dan berbuat lebih dari seharusnya.
Keenam, menghormati orang lain. Setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin kita tidak memilikinya dan setiap orang memiliki sesuatu yang patut diteladani dan berhak memperoleh pujian kita. Memang ada perbedaan gaya hidup di dunia barat dan timur. Di barat, para pemimpin perusahaan besar mudah bergaul dengan bawahan dan pengikut mereka tanpa rasa canggung.
Bahwa para bawahan dan pengikut mereka yang merasa canggung itu bukan salah dari pemimpin namun karena mereka menaruh hormat. Sedangkan di dunia timur para pemimpin sangat haus akan kekuasaan dan gila hormat, merasa tabu dan terhina jika harus bergaul dengan bawahan dan pengikut secara erat.
Ketujuh, membuat evaluasi . Ini diperlukan untuk memeriksa apakah yang kita jalankan dan jalani sesuai dengan roadmap yang kita susun. Evaluasi menyangkut banyak hal yang merupakan faktor-faktor penentu. Jangan take for granted bahwa semua baik-baik saja. Justru Anda perlu curiga jika memperoleh laporan yang baikbaik saja, karena dapat menjerumuskan dan sudah bahkan bisa sangat terlambat ketika Anda menyadarinya.
Kedelapan, menjadi sumber inspirasi. Tidak perlu semua-mua Anda yang harus berpikir, namun berpikirlah yang paling memberikan inspirasi bagi orang lain, berharga ketika orang lain mengikuti jalan pikiran Anda, dan ketika Anda memberikan dorongan dan semangat kepada mereka. Biarkan mereka banyak berpikir untuk Anda dan bukan sebaliknya.
Kesembilan, jangan lupa dan jangan pelit untuk berterima kasih. Anda tidak mungkin berhasil tanpa bantuan orang lain dalam berbagai bentuk. Sebagai balasannya ucapan dan ungkapan terima kasih menunjukkan Anda seorang yang mawas diri dan rendah hati. Orang menyukai sikap kita terlebih ketika mereka mengetahui kita seorang yang berhasil, a success story!
DR Eliezer H Hardjo PhD, CM
Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)
(ftr)