Jaga Inflasi, BI Rate Kembali Ditahan di Level 7,5%
Selasa, 19 Mei 2015 - 15:26 WIB
Jaga Inflasi, BI Rate Kembali Ditahan di Level 7,5%
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dwan Gubernur (RDG) kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI (BI rate) di level 7,5% sejak Februari 2015., dengan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan moneter yang cenderung ketat untuk menjaga agar inflasi berada dalam sasaran 4±1% pada 2015 dan 2016.
"Selain itu, mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5-3% terhadap PDB dalam jangka menengah," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Sementara itu, untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui revisi ketentuan GWM-LDR, ketentuan LTV untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), serta ketentuan pembayaran uang muka (down payment) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Dia menuturkan, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak saja dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, Bank Indonesia mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," jelasnya.
Berikut perjalanan BI rate setahun terakhir :
- April 2015, BI rate di level 7,5%
- Maret 2015, BI rate di level 7,5%
- Februari 2015, BI rate di level 7,5%
- Januari 2015, BI rate di level 7,75%
- Desember 2014, BI rate di level 7,75%
- November 2014, BI rate di level 7,75%
- November 2014, BI rate di level 7,5%
- Oktober 2014, BI rate di level 7,5%
- September 2014, BI rate di level 7,5%
- Agustus 2014, BI rate di level 7,5%
- Juli 2014, BI rate di level 7,5%
- Juni 2014, BI rate di level 7,5%
- Mei 2014, BI rate di level 7,5%
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan moneter yang cenderung ketat untuk menjaga agar inflasi berada dalam sasaran 4±1% pada 2015 dan 2016.
"Selain itu, mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5-3% terhadap PDB dalam jangka menengah," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2015).
Sementara itu, untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui revisi ketentuan GWM-LDR, ketentuan LTV untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), serta ketentuan pembayaran uang muka (down payment) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Dia menuturkan, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak saja dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, Bank Indonesia mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," jelasnya.
Berikut perjalanan BI rate setahun terakhir :
- April 2015, BI rate di level 7,5%
- Maret 2015, BI rate di level 7,5%
- Februari 2015, BI rate di level 7,5%
- Januari 2015, BI rate di level 7,75%
- Desember 2014, BI rate di level 7,75%
- November 2014, BI rate di level 7,75%
- November 2014, BI rate di level 7,5%
- Oktober 2014, BI rate di level 7,5%
- September 2014, BI rate di level 7,5%
- Agustus 2014, BI rate di level 7,5%
- Juli 2014, BI rate di level 7,5%
- Juni 2014, BI rate di level 7,5%
- Mei 2014, BI rate di level 7,5%
(rna)
Lihat Juga :