Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Selasa, 16 Juni 2026 - 19:24 WIB
loading...
Api membumbung tinggi dari fasilitas kilang minyak. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia telah mengamankan pasokan energi nasional melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok lain.
"Kalau persoalan impor crude, sekalipun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kompleks DPR RI dikutip pada Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: 24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Menurut Bahlil, langkah diversifikasi sumber pasokan minyak dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dengan strategi tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pertimbangan harga dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah. Bahlil menegaskan pemerintah akan memilih sumber minyak yang menawarkan harga paling kompetitif guna menjaga efisiensi dan mengurangi beban fiskal negara.
Ia menambahkan, apabila pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak dari negara-negara Timur Tengah menjadi lebih kompetitif, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk kembali meningkatkan pembelian dari kawasan tersebut. "Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita mencoba membuka akses pasar di Middle East," ujarnya.
"Kalau persoalan impor crude, sekalipun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kompleks DPR RI dikutip pada Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: 24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Menurut Bahlil, langkah diversifikasi sumber pasokan minyak dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dengan strategi tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pertimbangan harga dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah. Bahlil menegaskan pemerintah akan memilih sumber minyak yang menawarkan harga paling kompetitif guna menjaga efisiensi dan mengurangi beban fiskal negara.
Ia menambahkan, apabila pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak dari negara-negara Timur Tengah menjadi lebih kompetitif, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk kembali meningkatkan pembelian dari kawasan tersebut. "Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita mencoba membuka akses pasar di Middle East," ujarnya.
Lihat Juga :