S&P Revisi Prospek Peringkat Indonesia

Kamis, 21 Mei 2015 - 16:29 WIB
S&P Revisi Prospek Peringkat...
S&P Revisi Prospek Peringkat Indonesia
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) merevisi prospek peringkat Indonesia dari stabil menjadi positif, sekaligus mengafirmasi peringkat pada BB+.

Perbaikan prospek ini mencerminkan kemungkinan Indonesia akan memperoleh peningkatan perigkat lagi dalam 12 bulan ke depan.

Dalam rilisnyanya, analis utama S&P untuk Indonesia Kyran A. Curry mengatakan bahwa faktor utama yang mendukung perubahan prospek adalah perbaikan kerangka (framework) kebijakan yang telah berhasil meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dan sistem keuangan.

Kebijakan yang lebih efektif dan terarah telah memperkuat sektor fiskal dan cadangan devisa serta memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan bahwa revisi prospek Indonesia oleh S&P tersebut sesuai dengan prediksi, namun target berikutnya adalah peningkatan peringkat hingga memperoleh predikat investment grade dari S&P.

"Saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat yang belum menempatkan Indonesia pada posisi investment grade," kata dia dalam rilisnya, Kamis (21/5/2015).

Dia menjelaskan, prospek peringkat dari S&P tersebut merupakan pengakuan atas ketahanan perekonomian Indonesia sebagai hasil koordinasi kebijakan yang telah ditempuh oleh otoritas perekonomian, meskipun menghadapi tekanan di domestik maupun global.

Peringkat S&P ini juga memperlihatkan peningkatan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia.

Bahkan, secara lebih rinci, S&P menyatakan bahwa terdapat kemungkinan peningkatan peringkat Indonesia dalam 12 bulan ke depan, apabila target peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah dapat dicapai, termasuk konsistensi penerapan kebijakan harga BBM sesuai harga pasar dan pengalokasian anggaran investasi pemerintah secara efisien.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
8 menit yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
13 menit yang lalu
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
29 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
1 jam yang lalu
Brantas Abipraya Optimistis...
Brantas Abipraya Optimistis Tuntaskan Irigasi Rawa Merauke Paket 2
2 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved