Menteri ESDM: Pembubaran Petral Tak Perlu Dibesarkan

Jum'at, 22 Mei 2015 - 13:49 WIB
Menteri ESDM: Pembubaran...
Menteri ESDM: Pembubaran Petral Tak Perlu Dibesarkan
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral) bukan hal yang istimewa yang harus dibesar-besarkan.

Dia mengatakan, hal ini lantaran masih banyak masalah krusial yang harus diselesaikan dan dibenahi dalam waktu dekat untuk memperbaiki tata kelola minyak dan gas (migas).

"Petral bukan masalah besar karena kita harus membenahi banyak masalah di sektor migas, mulai dari cadangan BBM yang hanya cukup 18 hari, kita harus tambah banyak storage BBM. Sekian puluh tahun kita tidak membangun kilang, cadangan minyak kita hanya tersisa 12 tahun lagi karena kita tidak dorong eksplorasi," ujarnya di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Pembubaran Petral pada awalnya merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan direspon segera oleh Kementerian ESDM sebagai pemegang saham PT Pertamina, induk usaha Petral.

"Saya itu berani bubarkan Petral karena Presiden mempunyai arahan yang jelas dari Presiden," jelas dia.

Menurut Sudirman, sejumlah kalangan menilai bahwa langkah pembubaran Petral tepat lantaran tempat bersarangnya mafia migas. Indikasi semakin kuat dengan penghematan yang diperoleh berkat pelimpahan kewenangan Petral dalam pengadaan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) kepada Integrated Supply Chain (ISC) .

Mantan Bos Pindad ini menyebutkan, dua bulan pasca pelimpahan wewenang kepada ISC, Pertamina berhasil hemat USD20 juta atau sekitar Rp260 miliar.

Kendati demikian, Sudirman tak mau berspekulasi tentang dugaan adanya mafia migas dalam tubuh Petral sebelum hasil audit investigasi Petral tuntas.

"Tunggu hasil audit investigasi di Petral selama enam bulan ya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Investor Asing Akhirnya...
Investor Asing Akhirnya Masuk IKN, Ini yang Dibangun
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Pertamina Delivery Service...
Pertamina Delivery Service di Makassar
Siap Terbang Perdana...
Siap Terbang Perdana ke Bali 28 April 2022, Pelita Air Buka Penjualan Tiket Pesawat Airbus A320-200
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
10 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
43 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved