DPR Dukung APBN 2016 jika Jokowi Konsisten Nawacita

Jum'at, 22 Mei 2015 - 17:12 WIB
DPR Dukung APBN 2016...
DPR Dukung APBN 2016 jika Jokowi Konsisten Nawacita
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengungkapkan, pihaknya akan menyetujui APBN 2016 jika progam dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menyejahterakan rakyat dan konsisten dengan Nawacita yang dikampanyekan saat Pilpres lalu.

"Kita lihat dulu. Tapi Nawacita, Trisakti, revolusi mental, itu di manakah dia di dalam APBN 2016. Harus diperiksa satu-satu, sebab harus konsisten janji kampanye program dan belanja. Jangan janji lain, program lain, belanja lain," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2015).

Dia mengatakan, DPR akan terus mengontrol setiap langkah yang diambil pemerintah terkait hal tersebut. "Pasti akan ulet lah karena ini uang rakyat bukan uang negara," tegasnya.

Menurut Fahri, parlemen tidak dapat memberikan kelonggaran dalam anggaran APBN 2016, seperti menyusun APBNP 2015 lalu.

"Dulu kita longgar di APBNP 2015 karena kita anggap Presiden tidak susun anggaran dari awal. Anggaran itu disusun oleh Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sehingga begitu dia melakukan perubahan kami oke saja dalam rangka memberikan ruang bagi Pak Jokowi sebagai presiden baru," jelasnya.

Namun, lanjut Fahri, APBN 2016 sudah 100% Kabinet Kerja Jokowi, maka DPR tidak mungkin memberikan kelonggaran. Sebab, APBN 2016 sudah merupakan satu terobosan pengaturan penyusunan anggaran yang betul-betul berdasarkan kebijakan dan kajian kabinet Jokowi sendiri.

"Dulu kami longgar, sekarang tak mungkin. Pembahasannya harus serius tak bisa main-main. Tak bisa lagi tolong kami dimengerti, tak bisa. Kami akan evaluasi APBNP 2015 bagaimana? Rp150 triliun tambahan anggaran baru bagaimana? Harus dibahas evaluasi agar bisa ada keputusan untuk APBN 2016," tegas Fahri.

Terlebih, Jokowi sendiri telah hampir tujuh bulan menjabat dan diyakini telah mengerti bagaimana proses penyusunan APBN.

"Begitu masuk nota keuangan dari pemerintah, sudah mulai dinilai orang. Waktu banyak, ada lima bulan jadi cukup untuk dikuliti itu anggaran, tidak boleh main-main harus akurat. Tepat akurat, perencaan oke, harus dievaluasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Beri Eks Menteri...
Jokowi Beri Eks Menteri Jaminan Kesehatan dari APBN, Ini Respon Istana
Jangan Asal Ramping
Jangan Asal Ramping
Perampingan Lembaga...
Perampingan Lembaga Dinilai Efektif Agar Anggaran Negara Tak Mubazir
DPR Terus Kritisi 5...
DPR Terus Kritisi 5 Kementerian Pakai Rekening Pribadi Kelola APBN
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
24 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved