Apemindo Minta Tax Holiday Smelter Lima Tahun

Rabu, 27 Mei 2015 - 16:39 WIB
Apemindo Minta Tax Holiday...
Apemindo Minta Tax Holiday Smelter Lima Tahun
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Mineral Indonesia (Apemindo) berharap pemerintah memberikan jangka waktu fasilitas fiskal minimal lima tahun bagi perusahaan tambang mineral yang serius berkomitmen membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Direktur Eksekutif Apemindo Ladjiman Damanik mengatakan, fasilitas fiskal berupa tax holiday sekarang ini wajib diberikan oleh pemerintah, setidaknya lima tahun mulai dari pembangunan fisik.

"Seharusnya kalau sudah ada karyawannya, itu sudah bisa. Kalau tax holiday lebih menyangkut sejauhmana pembangunan fisiknya, harus ada due diligence," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (26/5/2015).

Menurut Ladjiman, keinginan itu diminta oleh para pengusaha mineral yang menunjukan keseriusannya membangun smelter. Sedangkan saat ini, lanjut dia, regulasi fasilitas fiskal masih disusun oleh pemerintah.

"Pemerintah saat ini masih menyusun regulasi mengenai rencana pemberian fasilitas fiskal bagi perusahaan yang serius bangun smelter," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Working Group Kebijakan Pertambangan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengatakan, sikap pemerintah memberikan fasilitas fiskal bagi perusahaan yang serius membangun smelter patut diapresiasi.

Pasalnya, dengan adanya fasilitas fiskal akan terlihat dan mampu membedakan mana perusahaan yang serius membangun dengan yang tidak serius. Namun pemerintah juga perlu memiliki ukuran sendiri dengan melihat keseriusan perusahaan lain, di antaranya estimasi sumber daya dan cadangan yang benar.

"Selain itu, feasibility study dan rancangan smelter yang sungguh-sungguh dan pendanaan, sehingga harapan pemerintah bisa dipenuhi," kata dia.

Tak hanya fasilitas fiskal, Budi menilai, masih banyak kendala dalam membangun smelter, antara lain kurangnya pasokan listrik, akuisisi lahan, keuangan dan infrastruktur.

"Keberhasilan dari nilai tambah ini akan sangat signifikan manakala industri hilir dikembangkan," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
20 menit yang lalu
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
1 jam yang lalu
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
2 jam yang lalu
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved