Kesepakatan UE-Swiss Cegah Pengelakan Pajak

Kamis, 28 Mei 2015 - 11:37 WIB
Kesepakatan UE-Swiss...
Kesepakatan UE-Swiss Cegah Pengelakan Pajak
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) dan Swiss menandatangani kesepakatan yang akan mengakhiri kerahasiaan perbankan untuk warga UE dan mencegah mereka menyembunyikan pendapatan yang tak diumumkan di perbankan Swiss.

”Kesepakatan ini pukulan baru terhadap para pengelak pajak dan menunjukkan lompatan yang lebih adil dalam perpajakan diEropa,” paparPierre Moscovici, komisioner UE untuk masalah ekonomi, keuangan, perpajakan, dan bea cukai. untuk isu pajak, kepada kantor berita AFP.

Moscovici menandatangani kesepakatan yang akan mulai berlaku pada 2018, bersama Jacques de Watteville, sekretaris negara Swiss untuk masalah keuangan internasional dan Menteri Keuangan Latvia Janis Reirs yang negaranya saat ini memegang kepresidenan UE. ”UE memimpin jalan untuk secara otomatis bertukar informasi, dengan harapan mitra internasional kita akan mengikuti. Kesepakatan ini membuktikan ambisi UE dapat tercapai,” kata Moscovici.

Sesuai kesepakatan, UE dan Swiss akan secara otomatis bertukar informasi tentang rekening bank yang dimiliki warga mereka mulai 2018. ”Transparansi baru ini tidak hanya memperbaiki kemampuan negara anggota untuk melacak dan mengatasi para penghindar pajak, tapi juga bertindak sebagai pencegah penyembunyian aset dan pendapatan luar negeri untuk menghindari pajak,” papar pernyataan Komisi Eropa.

Eksekutif UE juga menegosiasikan kesepakatan serupa dengan Andorra, Liechtenstein, Monako, dan San Marino yang diperkirakan ditandatangani pada akhir tahun. Sementara, pertumbuhan ekonomi zona euro akan sedikit menguat tahun ini dibandingkan proyeksi sebelumnya, menurut perkiraan terbaru Komisi Eropa. Komisi Eropa memprediksi pertumbuhan 1,5% tahun ini atau naik 0,2% poin dari proyeksi pada Februari.

Hal itu didorong oleh murahnya harga minyak, melemahnya Euro, dan kebijakan stimulus. Peningkatan ini terjadi meskipun outlook untuk Yunani lebih suram dengan proyeksi pertumbuhan dipangkas menjadi 0,5% dari 2,5%. ”Pertumbuhan yang lebih cepat akan mengakibatkan peningkatan inflasi dan penurunan jumlah pengangguran,” papar laporan Komisi Eropa, dikutip BBC.

Komisi Eropa mempertahankan proyeksi 1,9% pada 2016 untuk zona euro. ”Ekonomi Eropa menikmati musim semi yang lebih cerah dalam beberapa tahun terakhir, dengan dukungan faktor eksternal dan langkah kebijakan yang mulai membuahkan hasil. Meski demikian, diperlukan lebih banyak langkah untuk memastikan pemulihan ini bukan fenomena musiman,” papar Pierre Moscovici.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
7 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
7 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
7 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
8 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
8 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
8 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved