Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika

Jum'at, 05 Juni 2026 - 09:03 WIB
loading...
Kebijakan Tambang RI...
Sejumlah perusahaan China mulai mencari alternatif investasi nikel di Afrika di tengah kebijakan yang tak menentu di Indonesia. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan China yang selama ini menjadi motor utama kebangkitan industri nikel Indonesia mulai mencari alternatif investasi di Afrika menyusul meningkatnya ketidakpastian kebijakan di dalam negeri. Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan dominasi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia.

Perubahan kebijakan pemerintah terkait sektor pertambangan, mulai dari pengetatan kuota bijih nikel, rencana kenaikan pajak, hingga revisi harga patokan mineral, dinilai mulai mengganggu iklim investasi dan mendorong investor mempertimbangkan ekspansi ke negara lain.

"Jika pemerintah menambah birokrasi dan mengendalikan harga jual komoditas, hal itu akan berdampak pada skala investasi yang masuk," kata Analis Senior Pertambangan Canaccord Tim Hoff di Perth, dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: BUMN Ekspor Berpotensi Memicu Larinya Modal Asing, Berikut Alasannya

Perusahaan raksasa China, Tsingshan Group, dilaporkan telah mengajukan proposal investasi bernilai miliaran dolar AS untuk membangun kawasan industri mineral di Madagaskar. Kementerian Pertambangan Madagaskar menyebut proyek tersebut terinspirasi oleh keberhasilan kawasan industri nikel Morowali dan Weda Bay di Indonesia, meski hingga kini masih dalam tahap evaluasi dan belum memperoleh izin pertambangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Mama Firda Bagikan 5...
Mama Firda Bagikan 5 Tips Membuat Konten Review Makanan yang Disukai Netizen
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved