Rupiah Berakhir Merana Tertekan USD

Kamis, 28 Mei 2015 - 16:42 WIB
Rupiah Berakhir Merana...
Rupiah Berakhir Merana Tertekan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini berakhir merana tertekan makin menguatnya dolar Amerika Serikat (USD).

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.243/USD, terdepresiasi 55 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.188/USD.

Data Bloomberg mencatat mata uang domestik pada level Rp13.223/USD. Posisi rupiah terkoreksi 34 poin dibanding kemarin di level Rp13.189/USD.

Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.191/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.183/USD dan terlemah di level Rp13.225/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.212/USD, dengan kisaran harian Rp13.175-Rp13.227/USD. Posisi ini melemah 22 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.190/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.205/USD. Posisi ini membaik 14 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.229/USD.

Adapun USD menguat ke level tertinggi 12,5 tahun terhadap yen pada Kamis karena investor berspekulasi bahwa suku bunga AS akan naik tahun ini, sementara kebijakan moneter akan tetap longgar di Jepang.

USD terhadap yen melonjak ke 124,30. Naiknya saham Tokyo juga membantu meningkatkan risk appetite dan menyakiti yen, yang telah berada di bawah tekanan akibat program stimulus moneter Bank Sentral Jepang yang dilakukan secara agresif sejak 2013.

Namun, dikutip dari Reuters, USD terhadap euro melemah 0,4% menjadi 1,0948 setelah anggota Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny mengatakan, suku bunga negatif bukan merupakan unsur normal ekonomi dan tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Mata uang tunggal mendapat dorongan oleh spekulasi bahwa Yunani dan krditor kemungkinan mendekati kesepakatan untuk memberi pinjaman sebelum pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF) jatuh tempo pada 5 Juni 2015.

Terhadap sekeranjang mata uang utama, euro menguat terbesar, sedangkan USD turun tipis 0,2%.

Di sisi lain, pedagang waspada terhadap potensi intervensi oleh pejabat Jepang untuk menstabilkan yen. USD terhadap yen terakhir diperdagangkan di 123,685, terbaik sejak November 2015.

Di antara mata uang komoditas, USD Australia tergelincir lebih dari 0,5% setelah angka investasi bisnis di bawah perkiraan, sehingga memicu harapan program stimulus oleh Bank Sentral Australia. Aussie terhadap USD jatuh ke 0,7671, terendah dalam enam pekan.

(Baca: Rupiah Siang Ini Ditutup Makin Tergerus)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Kontrak di Tokyo Verdy...
Kontrak di Tokyo Verdy Akan Berakhir, Ini 3 Calon Klub Baru Arhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved