2015, Tahun Pertaruhan Jokowi-JK Hadapi Gejolak Harga

Minggu, 31 Mei 2015 - 17:34 WIB
2015, Tahun Pertaruhan...
2015, Tahun Pertaruhan Jokowi-JK Hadapi Gejolak Harga
A A A
DEPOK - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Firmanzah menilai 2015 sebagai tahun pertaruhan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menghadapi gejolak kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran. Pasalnya ini tahun pertama kabinet kerja menghadapi Ramadan dan Lebaran.

"Ini tahun pertaruhan Jokowi-JK hadapi puasa, Lebaran sebab puasa dan Lebaran pertama di era Jokowi-JK," tegasnya kepada wartawan di Depok, Minggu (31/5/2015).

Mantan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menambahkan, menjelang Ramadan dan Lebaran pemerintah diuji dalam hal pengendalian harga, menjamin pasokan lancar, monitoring pendeteksian dini jika ada lonjakan harga di luar kewajaran.

Namun, dia menilai kenaikan harga wajar terjadi karena peningkatan kebutuhan. "Harga naik wajar enggak apa-apa kan demand tinggi. Tapi misalnya kalau cabai sampai naik 50%. Bawang saat ini belum masuk puasa saja sudah merangkak naik, bagaimana pemerintah merespond ini. Biar market tetap tenang," katanya.

Firmanzah menjelaskan, saat ini belum diketahui indikasi apa yang menyebabkan harga di pasar mulai merangkak naik. Namun Ramadan, akan meningkatkan kebutuhan masyarakat dalam hal kebutuhan pokok.

"Kita belum tahu kenapa, tetapi memang setiap menjelang puasa, konsumen akan meningkatkan pembelian kebutuhan pokok. Karena puasa maka keluarga akan menyempatkan makan dan berbuka di rumah makan bareng-bareng dengan keluarga. Kebutuhan minyak goreng, gula, beras, tepung tentu akan meningkat," kata Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI ini.

Tak hanya menghadapi kenaikan harga, Firmanzah menilai pemerintahan Jokowi-JK juga akan dihadapkan pada masalah pengamanan mudik serta kenaikan tarif tiket angkutan mudik.

"Pengamanan mudik juga dari sisi harga transportasi, Menhub segera duduk bersama dengan penyedia jasa transportasi bahas kenaikan yang wajar. Belum lagi tiket kereta habis, keamanan juga ketertiban arus mudik, tak hanya ekonomi tetapi faktor keamanan dan kepolisian jadi perhatian," ungkapnya.

Pemerintah harus memastikan semua berjalan baik tak ada goncangan. Begitupun masalah isu kebutuhan daging sapi an persoalan harga.

"Harus dipastikan diantisipasi itu. Harus diamankan jangan jadi gejolak dan keresahan. Peak-nya harga sampai H+7 konsumsi meningkat, setelah itu kehidupan normal kembali. Pemerintahan Jokowi-JK harus bersiap puasa dan Lebaran ini, ini kesan pertama," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved