Kinerja Reksa Dana Kalah Telak dari Tahun Lalu
Kamis, 04 Juni 2015 - 15:21 WIB
Kinerja Reksa Dana Kalah Telak dari Tahun Lalu
A
A
A
JAKARTA - Kinerja rata-rata imbah hasil reksa dana hingga Mei tahun ini kalah telak dibanding periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus 0,20%, reksa dana saham memberikan imbal hasil rata-rata minus 2,56% dan reksa dana campuran minus 0,59%.
Sementara hanya kinerja reksa dana pendapatan tetap yang positif, dengan memberikan imbal hasil rata-rata sebesar 1,91%.
Namun kinerja reksa dana secara keseluruhan kalah telak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Mei 2014, dengan kinerja IHSG sebesar 14,50%, imbal hasil reksa dana saham yang diberikan rata-rata 18%, reksa dana campuran 10,73% dan pendapatan tetap 3,95%.
Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, melemahnya kinerja reksa dana karena menurunnya kinerja pasar saham dan surat utang. Menurut dia, kinerja pasar saham dalam lima bulan pertama tahun lalu jauh lebih tinggi bila dibandingkan tahun ini.
"Hal tersebut karena pada tahun lalu, publikasi laporan keuangan relatif baik yang mengakibatkan pasar saham bergerak positif didukung aksi beli investor," katanya kepada Sindonews, Kamis (4/6/2015).
Sementara itu, kinerja reksa dana saham dan campuran meski masih minus, namun membaik dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan sebelumnya, kinerja reksa dana saham minus 5,28%, dan reksa dana campuran negatif 2,54%.
Adapun kinerja reksa dana pendapatan tetap pada bulan kelima tahun ini turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 2,46% karena tekanan pada pasar surat utang negara (SUN) di tengah penantian investor terhadap kepastian rencana kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (Fed rate).
"Investor menunggu hasil FOMC pada pertengahan Juni mendatang sebelum memutuskan akan kembali ke pasar SUN atau tidak. Sebelum waktu tersebut, kami perkirakan pasar SUN akan bergerak cenderung stagnan," ujarnya.
Menurut Edbert, masih negatifnya reksa dana saham dan campuran pada bulan lalu terimbas penurunan pasar yang terjadi selama April, yang dipengaruhi publikasi laporan keuangan di bawah ekspektasi akibat pasar tertekan aksi jual.
"Pada Mei, pasar mengalami rebound setelah tertekan sepanjang April. Namun kenaikan ini menurut pendapat kami merupakan rebound teknikal semata karena masih belum didukung oleh publikasi data-data fundamental," tutur dia.
(Baca: Dana Kelolaan Reksa Dana Saham Tergerus)
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus 0,20%, reksa dana saham memberikan imbal hasil rata-rata minus 2,56% dan reksa dana campuran minus 0,59%.
Sementara hanya kinerja reksa dana pendapatan tetap yang positif, dengan memberikan imbal hasil rata-rata sebesar 1,91%.
Namun kinerja reksa dana secara keseluruhan kalah telak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Mei 2014, dengan kinerja IHSG sebesar 14,50%, imbal hasil reksa dana saham yang diberikan rata-rata 18%, reksa dana campuran 10,73% dan pendapatan tetap 3,95%.
Analis PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, melemahnya kinerja reksa dana karena menurunnya kinerja pasar saham dan surat utang. Menurut dia, kinerja pasar saham dalam lima bulan pertama tahun lalu jauh lebih tinggi bila dibandingkan tahun ini.
"Hal tersebut karena pada tahun lalu, publikasi laporan keuangan relatif baik yang mengakibatkan pasar saham bergerak positif didukung aksi beli investor," katanya kepada Sindonews, Kamis (4/6/2015).
Sementara itu, kinerja reksa dana saham dan campuran meski masih minus, namun membaik dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan sebelumnya, kinerja reksa dana saham minus 5,28%, dan reksa dana campuran negatif 2,54%.
Adapun kinerja reksa dana pendapatan tetap pada bulan kelima tahun ini turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 2,46% karena tekanan pada pasar surat utang negara (SUN) di tengah penantian investor terhadap kepastian rencana kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (Fed rate).
"Investor menunggu hasil FOMC pada pertengahan Juni mendatang sebelum memutuskan akan kembali ke pasar SUN atau tidak. Sebelum waktu tersebut, kami perkirakan pasar SUN akan bergerak cenderung stagnan," ujarnya.
Menurut Edbert, masih negatifnya reksa dana saham dan campuran pada bulan lalu terimbas penurunan pasar yang terjadi selama April, yang dipengaruhi publikasi laporan keuangan di bawah ekspektasi akibat pasar tertekan aksi jual.
"Pada Mei, pasar mengalami rebound setelah tertekan sepanjang April. Namun kenaikan ini menurut pendapat kami merupakan rebound teknikal semata karena masih belum didukung oleh publikasi data-data fundamental," tutur dia.
(Baca: Dana Kelolaan Reksa Dana Saham Tergerus)
(rna)
Lihat Juga :