Djarot Kusumayakti Jadi Bos Bulog Tanpa Pelantikan
Senin, 08 Juni 2015 - 15:17 WIB
Djarot Kusumayakti Jadi Bos Bulog Tanpa Pelantikan
A
A
A
JAKARTA - Mantan Direktur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Djarot Kusumayakti resmi didapuk menggantikan Lenny Sugihat sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).
Djarot diangkat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa adanya pelantikan, dan hanya melalui Surat Keputusan (SK) Nomor SK-87/MBU/06/2015 tertanggal 8 Juni 2015.
Ditemui usai mengambil SK pengangkatannya, Djarot mengaku baru sepekan lalu menerima kabar dari Kementerian BUMN bahwa dirinya didapuk menjadi orang nomor satu di BUMN perberasan tersebut.
"Saya baru seminggu ini (dikabari). Enggak ada pelantikan, kita pakai SK. Kurangi kegiatan yang sifatnya seremonial," ucapnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Dia mengaku tak khawatir jika suatu saat pemerintah juga melengserkan dirinya jika kinerjanya buruk. Sekadar mengingatkan, Lenny Sugihat diberhentikan dari jabatannya hanya selang enam bulan masa kepemimpinannya.
Lenny diberhentikan lantaran Bulog tidak menampilkan kinerja yang baik sejak awal kepemimpinan Lenny. Salah satunya yakni minimnya penyerapan gabah Bulog sebanyak 1,2 juta ton, yang meleset dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar 4 juta ton.
"Enggak khawatir (dilengserkan). Saya kalau gagal bukan mau dicopot, maunya ngundurin diri saja," kata Djarot.
Selain melengserkan Lenny dari kursi Dirut Bulog, Kementerian BUMN juga memberhentikan Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari Soebekti.
Adapun dewan Direksi Bulog yang baru adalah:
Direktur Utama: Djarot Kusumayakti (mantan Direktur UMKM BRI)
Direktur: Wahyu Suparyono (mantan Dirut PT Perusahaan Perdagangan Indonesia)
Direktur: Wahyu (mantan Direktur Pemasaran Pertani).
Baca: Kinerja Buruk, Alasan Dirut Bulog Dipecat
Djarot diangkat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa adanya pelantikan, dan hanya melalui Surat Keputusan (SK) Nomor SK-87/MBU/06/2015 tertanggal 8 Juni 2015.
Ditemui usai mengambil SK pengangkatannya, Djarot mengaku baru sepekan lalu menerima kabar dari Kementerian BUMN bahwa dirinya didapuk menjadi orang nomor satu di BUMN perberasan tersebut.
"Saya baru seminggu ini (dikabari). Enggak ada pelantikan, kita pakai SK. Kurangi kegiatan yang sifatnya seremonial," ucapnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Dia mengaku tak khawatir jika suatu saat pemerintah juga melengserkan dirinya jika kinerjanya buruk. Sekadar mengingatkan, Lenny Sugihat diberhentikan dari jabatannya hanya selang enam bulan masa kepemimpinannya.
Lenny diberhentikan lantaran Bulog tidak menampilkan kinerja yang baik sejak awal kepemimpinan Lenny. Salah satunya yakni minimnya penyerapan gabah Bulog sebanyak 1,2 juta ton, yang meleset dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar 4 juta ton.
"Enggak khawatir (dilengserkan). Saya kalau gagal bukan mau dicopot, maunya ngundurin diri saja," kata Djarot.
Selain melengserkan Lenny dari kursi Dirut Bulog, Kementerian BUMN juga memberhentikan Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari Soebekti.
Adapun dewan Direksi Bulog yang baru adalah:
Direktur Utama: Djarot Kusumayakti (mantan Direktur UMKM BRI)
Direktur: Wahyu Suparyono (mantan Dirut PT Perusahaan Perdagangan Indonesia)
Direktur: Wahyu (mantan Direktur Pemasaran Pertani).
Baca: Kinerja Buruk, Alasan Dirut Bulog Dipecat
(izz)
Lihat Juga :