Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:35 WIB
loading...
Bank Sentral Global...
Sejumlah bank sentral global terungkap terus borong emas sebagai upaya diversifikasi terhadap ketergantungan dolar Amerika Serikat (USD) yang memiliki volatilitas tinggi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah bank sentral global terungkap terus borong emas sebagai upaya diversifikasi terhadap ketergantungan dolar Amerika Serikat (USD) yang memiliki volatilitas tinggi pasca ketegangan di Ttimur tengah. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, hasil survei World Gold Council (WGC) menunjukkan sekitar 45% bank sentral di dunia berencana terus menambah cadangan emas mereka.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Baca Juga: Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar

"Tujuan utama dari bank sentral global memborong logam mulia ini adalah untuk mendiversifikasi aset ya. Di sini menghindari ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dan sebagai aset aman yang kinerjanya itu terbukti ya pada saat krisis ekonomi harga inflasi tinggi harga emas itu adalah di atas harga inflasi," ujar Ibrahim dalam pernyataan resmi, Minggu (12/7/2026).

Ia menjabarkan, bank sentral China misalnya disebut membeli sekitar 15 ton emas pada bulan Juni 2026, yang diklaim menjadi rekor pembelian bulanan tertinggi sepanjang 2026. Sementara itu, bank sentral Polandia dilaporkan telah menambah cadangan emas hingga 82 ton selama semester pertama tahun ini.



Di sisi lain, Ibrahim menyebut cadangan emas Rusia disebut mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan pembiayaan di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ukraina, meski klaim tersebut belum disertai data resmi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Rekomendasi
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved