Baru Tujuh Kabupaten Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 10 Juni 2015 - 05:48 WIB
Baru Tujuh Kabupaten...
Baru Tujuh Kabupaten Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
A A A
SEMARANG - Kepesertaan pegawai negeri sipil (PNS) di Jawa Tengah (Jateng) terhadap sistem jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat minim. Dari 35 kabupten/kota di Jateng baru tujuh yang menjadi peserta.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY, Cotta Sembiring mengatakan, jumlah PNS di seluruh Jawa Tengah sebanyak 367.294 orang. Dari jumlah tersebut yang telah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama periode Januari-Mei 2015, baru 80.470 PNS.

“Yang sudah menjadi peserta baru dari PNS Provinsi Jateng, Demak, Pekalongan, Purbalingga, Grobogan, Temanggung, Brebes dan Tegal,” ujarnya usai penyerahan kartu peserta dan pembayaran jaminan kematian bagi PNS Pemda Jawa Tengah, Selasa (9/6/2015).

Dia mengatakan, kabupaten/kota yang lain secara keseluruhan telah menganggarkan iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ke dalam APBD. “Kami harapkan, pada 1 Juli 2015 nanti seluruh kabupaten/kota telah mendaftarkan PNS-nya secara keseluruhan ke BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Cotta menjelaskan, sejak Januari hingga Mei BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan jaminan atau santunan untuk PNS sebesar Rp1,191 miliar untuk dua kasus jaminan kecelakaan kerja dan 51 kasus jaminan kematian.

Sementara itu, sampai saat ini jumlah angkatan kerja sektor formal di Jawa Tengah adalah sebesar 5.237.730 tenaga kerja, dan yang telah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan sebanyak 1.105.431 TK (21.11 %).

Sedangkan di sektor informal jumlah angkatan kerja mencapai 11.862.270 tenaga kerja, dan yang baru terlindungi program BPJS TK sebanyak 88.717 tenaga kerja atau 0,75%.

“Untuk total jaminan yang telah kami berikan selama periode Januari-Mei 2015 adalah sebesar Rp338,6 miliar untuk 44.377 kasus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, jaminan kematian dan kecelakaan kerja sangat dibutuhkan seluruh PNS. "Kalau masih ada daerah yang belum, saya berharap secepatnya segera diurus,” tegasnya.

Dia mengaku, sebenarnya daerah sudah menganggarkan dana untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, hanya saja masih ada beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah NIK PNS. "Ada beberapa PNS yang NIK-nya belum masuk, terus ada yang belum mendaftar KTP elektronik,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
59 menit yang lalu
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
1 jam yang lalu
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
1 jam yang lalu
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
2 jam yang lalu
Rupiah Makin Loyo Imbas...
Rupiah Makin Loyo Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Hari Ini Tembus Rp18.083/USD
2 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved