Australia Selidiki Pembelian Rumah Ilegal

Rabu, 10 Juni 2015 - 08:03 WIB
Australia Selidiki Pembelian...
Australia Selidiki Pembelian Rumah Ilegal
A A A
SYDNEY - Menteri Keuangan Australia Joe Hockey memperluas penyelidikan pembelian properti perumahan secara ilegal oleh para warga asing.

Sebanyak 200 penjualan properti diselidiki karena dianggap melanggar peraturan investasi. Harga properti perumahan di beberapa kota besar seperti Sydney dan Melbourne meningkat beberapa tahun terakhir. Muncul kekhawatiran bahwa pembelian properti oleh warga asing, terutama dari China, telah membuat harga properti naik.

”Kantor Pajak Australia menggunakan seluruh sumber daya pemerintah untuk sepenuhnya menyelidiki semua dugaan bahwa warga asing secara ilegal membeli real estat di Australia,” ungkap Hockey, dikutip kantor berita AFP . Menurut Hockey, saat ini ada 60 kasus yang sudah resmi diusut. ”Ini puncak gunung es. Kekuatan pencocokan data Kantor Pajak Australia sangat hebat. Dan, mereka akan memberi kita kekuatan untuk melihat langsung dalam sistem,” tuturnya.

Pemerintah Australia mengumumkan pemberantasan pembelian properti secara ilegal pada awal tahun ini. Mereka akan menegakkan aturan yang ketat bahwa warga asing hanya diizinkan membeli hunian baru, bukan properti pemukiman yang sudah ada. Hockey pada Maret mengeluarkan perintah divestasi pada rumah mewah di Sydney senilai USD30 juta yang dibeli secara ilegal sesuai aturan investasi asing oleh Evergrande Real Estate Group. Properti itu pun saat ini telah terjual.

Dia mengungkapkan bulan lalu bahwa ada 100 kasus pembelian properti ilegal yang sedang diselidiki, yang sekarang bertambah menjadi 200 kasus. Kementerian Keuangan Australia menyatakan, meluasnya penyelidikan itu mulai dari properti bernilai 300.000 dolar Australia hingga lebih dari 40 juta dolar Australia. Dalam satu kasus, pembeli asal luar negeri diselidiki memiliki 10 rumah di dua negara bagian di Australia.

”Kantor Pajak Australia menemukan peningkatan itu terkait penipuan pajak, serta pembelian real estat secara ilegal oleh entitas asing,” papar Hockey. Para investor asing yang telah membeli secara ilegal memiliki moratorium hingga 1 Desember untuk melapor. Hockey menambahkan, ada 24 kasus yang diselidiki itu melibatkan pelaporan sukarela oleh para pembeli. Hockey juga melaporkan pembelian properti oleh tetangganya karena khawatir itu diperoleh melalui ”alasan palsu”.

”Saya merujuk salah satu tetangga saya sendiri untuk investigasi dan ditemukan bahwa ya, mereka mendapat persetujuan tapi dengan alasan yang palsu. Saya menunggu perkembangan kasus itu,” tuturnya.

Harga properti perumahan di Sydney naik 15% pada tahun ini hingga 31 Mei, dengan nilai rata-rata 752.000 dolar Australia, menurut CoreLogic-RP Data. Harga rumah di Melbourne naik 9% selama periode yang sama dengan harga rata-rata 569.500 dolar Australia.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
10 menit yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
47 menit yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
1 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
10 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
10 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved