Kemenhub Usulkan Anggaran Tahun Depan Rp88 Triliun
Kamis, 11 Juni 2015 - 05:15 WIB
Kemenhub Usulkan Anggaran Tahun Depan Rp88 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp88 triliun. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.
Dia mengatakan, pagu indikasi kebutuhan anggaran pada tahun 2016 mencapai Rp55,297. Namun, ada tambahan berdasarkan rekapitulasi trilateral meeting sebesar Rp33,101 triliun.
"Angka tambahan ini berdasarkan masukan-masukan dari Bappenas melalui musrembang, kemudian Kementerian Keuangan serta Kemenhub. Sehingga, total ya Rp55 triliun, ditambah usulan sebesar Rp33 triliun itu," jelas Jonan, usai memaparkan rencana anggaran Kemenhub 2016 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Berdasarkan rekapitulasi usulan tambahan dari trilateral meeting sebesar Rp33,101 triliun tersebut, berupa belanja operasional sebesar Rp2,1 triliun dan belanja prioritas sebesar Rp30,9 triliun. Sementara pada pagu indikatif 2016 meliputi anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Rp4,2 triliun, Direktorat Laut Rp16,5 triliun, Direktorat Udara Rp11,4 triliun, Direktorat Perkeretaapian Rp16 triliun, Sekretariat Jenderal Rp887,2 miliar, Inspektorat Jenderal Rp100,3 miliar, Badan Litbang Rp228,2 miliar serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp5,7 triliun.
Menurut Jonan, tambahan anggaran terbesar ada pada Direktorat Perkeretaapian, yakni sebesar Rp16,530 triliun dalam pagu indikatif dan 22,050 triliun dalam rekapitulasi usulan tambahan dalam trilateral meeting.
"Perkeretaapian ini paling besar, sebab punya rencana pembangunan rel kereta lintas sumatera dan di Kalimantan. Jadi, saya kira ini wajar dan menjadi program prioritas kita," terangnya.
Dia menegaskan, dibandingkan anggaran 2015 sebesar Rp64,9 triliun, usulan penambahan anggaran tersebut meningkat pesat, mengingat kebutuhan akan infrastruktur transportasi juga sangat dibutuhkan.
Baca: Kementerian PUPR Usulkan APBN 2016 Rp126 Triliun
Dia mengatakan, pagu indikasi kebutuhan anggaran pada tahun 2016 mencapai Rp55,297. Namun, ada tambahan berdasarkan rekapitulasi trilateral meeting sebesar Rp33,101 triliun.
"Angka tambahan ini berdasarkan masukan-masukan dari Bappenas melalui musrembang, kemudian Kementerian Keuangan serta Kemenhub. Sehingga, total ya Rp55 triliun, ditambah usulan sebesar Rp33 triliun itu," jelas Jonan, usai memaparkan rencana anggaran Kemenhub 2016 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Berdasarkan rekapitulasi usulan tambahan dari trilateral meeting sebesar Rp33,101 triliun tersebut, berupa belanja operasional sebesar Rp2,1 triliun dan belanja prioritas sebesar Rp30,9 triliun. Sementara pada pagu indikatif 2016 meliputi anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Rp4,2 triliun, Direktorat Laut Rp16,5 triliun, Direktorat Udara Rp11,4 triliun, Direktorat Perkeretaapian Rp16 triliun, Sekretariat Jenderal Rp887,2 miliar, Inspektorat Jenderal Rp100,3 miliar, Badan Litbang Rp228,2 miliar serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp5,7 triliun.
Menurut Jonan, tambahan anggaran terbesar ada pada Direktorat Perkeretaapian, yakni sebesar Rp16,530 triliun dalam pagu indikatif dan 22,050 triliun dalam rekapitulasi usulan tambahan dalam trilateral meeting.
"Perkeretaapian ini paling besar, sebab punya rencana pembangunan rel kereta lintas sumatera dan di Kalimantan. Jadi, saya kira ini wajar dan menjadi program prioritas kita," terangnya.
Dia menegaskan, dibandingkan anggaran 2015 sebesar Rp64,9 triliun, usulan penambahan anggaran tersebut meningkat pesat, mengingat kebutuhan akan infrastruktur transportasi juga sangat dibutuhkan.
Baca: Kementerian PUPR Usulkan APBN 2016 Rp126 Triliun
(dmd)
Lihat Juga :