Pengamat: Pemerintah Jangan Banci soal Harga BBM

Sabtu, 13 Juni 2015 - 16:58 WIB
Pengamat: Pemerintah...
Pengamat: Pemerintah Jangan Banci soal Harga BBM
A A A
JAKARTA - Pengamat energi dari Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara meminta pemerintah jangan 'banci' dalam menghadapi harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, jika pemerintah mau konsisten dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1991 tahun 2014 tentang pengaturan harga BBM mengikuti harga keekonomian, maka pemerintah sudah sedianya mengikuti peraturan tersebut. (Baca: Harga Premium Naik Lagi Setelah Lebaran).

"Di Perpres itu sudah ada peraturannya bahwa harga premium akan dibuat dalam formula yang mengikuti harga keekonomian. Jadi aturannya sudah ada," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (13/6/2015).

Namun, pemerintah beberapa waktu lalu justru terlihat tidak konsisten dengan meminta PT Pertamina (Persero) untuk membatalkan kenaikan harga BBM jenis pertamax. Pembatalan tersebut sudah barang tentu membuat BUMN migas tersebut rugi.

Alasannya, pemerintah ingin kenaikan harga pertamax tersebut berada di tataran waktu yang tepat dan tidak membebani masyarakat. Sebab, kala itu masyarakat dinilai sudah cukup terbebani dengan kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) dan tarif dasar listrik (TDL).

"Kalau pemerintah tidak ingin supaya harga naik, atau ingin melindungi supaya Pertamina tidak rugi, ya ganti saja Perpres-nya. Jadi kita bicara soal aturan yang dibuat pemerintah di satu sisi, dengan kondisi masyarakat di sisi lain yang sudah mengalami banyak kesulitan akibat harga yang naik," tegas dia.

Direktur Eksekutif Iress ini menuturkan, jika pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat maka harga BBM dengan subsidi menjadi solusinya. Namun jika pemerintah enggan kembali kepada skema subsidi energi, maka Pertamina pun jangan sampai harus menanggung beban kerugian. (Baca: DPR Minta Pertamina Tak Galau Tentukan Harga BBM).

"Karena dengan begitu sebetulnya pemerintah juga melangar UU BUMN, karena BUMN tidak boleh rugi. Jadi pemerintah jangan banci, kalau sudah bikin peraturan jalankan dengan konsisten. Jangan justru peraturan sudah dibuat tapi yang dikorbankan Pertamina. Kan namanya banci, lempar batu sembunyi tangan," tandas Marwan.

Baca:

BBM Selama Ramadan-Lebaran Diharapkan Tak Naik

Sudirman Masih Kaji Pola Penetapan Harga BBM

Masyarakat Protes Harga BBM Premium Naik Usai Lebaran

BBM Naik, Pemerintah Diminta Tak Korbankan Rakyat Kecil

(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
10 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
12 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
13 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
16 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved