Harga Jual Emas Antam Sepekan Terkerek Rp3.000/Gram

Minggu, 14 Juni 2015 - 11:23 WIB
Harga Jual Emas Antam...
Harga Jual Emas Antam Sepekan Terkerek Rp3.000/Gram
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sepekan ini terkerek Rp3.000/gram dari posisi akhir pekan sebelumnya. Sementara harga beli (buyback) emas perseroan naik Rp1.000/gram.

Dirangkum dari data di situs resmi Logammulia.com, harga jual emas Antam pada Jumat (12/6/2015) berada di harga Rp553.000/gram dan harga penutupan akhir pekan sebelumnya di harga Rp550.000/gram.

Untuk harga buyback pada Jumat pekan ini di harga Rp497.000/gram dari penutupan akhir pekan lalu di harga Rp496.000/gram.

Adapun harga emas Antam pada Senin (8/6/2015) turun Rp1.000/gram dibanding akhir pekan sebelumnya menjadi Rp549.000/gram, dengan harga buyback emas Antam merosot Rp4.000 menjadi Rp492.000/gram.

Kemudian pada Selasa (9/6/2015), harga jual emas Antam naik Rp2.000/gram dari hari sebelumnya menjadi Rp551.000/gram, sedangkan buyback melonjak Rp6.000 menjadi Rp498.000/gram.

Selanjutnya pada Rabu (10/5/2015) harga jual emas Antam naik lagi Rp2.000/gram menjadi Rp553.000/gram dan buyback emas Antam menguat Rp1.000/gram menjadi Rp499.000/gram.

Pada Kamis (11/6/2015), harga jual emas Antam kembali terkerek Rp2.000/gram menjadi Rp555.000/gram dan buyback meningkat Rp1.000 menjadi Rp497.000/gram. Namun pada akhir pekan ini, harga jual turun Rp2.000/gram, sedangkan buyback jatuh Rp3.000/gram dari hari sebelumnya.

Sementara harga emas global pada akhir pekan ini terkoreksi, mengabaikan melemahnya dolar Amerika Serikat (USD), pasar saham dan ketidakpastian krisis utang Yunani karena para pedagang berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan mingguan Federal Reserve AS berikutnya.

Emas sedang menuju kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan, memanfaatkan kenaikan pada awal pekan ini, ketika USD melemah dan meningkatnya kekhawatiran atas kesepakatan Yunani dengan kreditor.

Dikutip dari Reuters, emas pada hari Jumat waktu setempat di pasar spot mereda 0,2% menjadi USD1.179,75/ons pada pukul 02.54 siang EDT atau 18.54 GMT (Sabtu pukul 01.45 WIB). Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus suust USD1,20 menjadi 1.179,20/ons.

Menguatnya USD sebelumnya membebani emas, sehingga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, namun logam mulia gagal menguat ketika USD berbalik sedikit melemah.

Sementara perak turun 1,1% menjadi USD15,86/ons, platinum susut 1,4% menjadi USD1.090/ons dan paladium kehilangan 1,2% menjadi USD734,50/ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
8 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved