Bangun Dua Pabrik, PALM Siapkan Rp200 Miliar

Senin, 15 Juni 2015 - 09:39 WIB
Bangun Dua Pabrik, PALM...
Bangun Dua Pabrik, PALM Siapkan Rp200 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Provident Agro Tbk (PALM) mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk membangun dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Direktur Keuangan Provident Agro Davin Antonio Ridwan menjelaskan, saat ini perseroan telah memiliki tiga pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi mencapai 105 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Dua pabrik tersebut masingmasing bisa memproduksi 45 ton TBS per jam, sehingga total produksi kelapa sawit menjadi 195 ton TBS per jam.

”Anggaran pembangunan dua pabrik kelapa sawit tersebut mencapai Rp200 miliar. Kami harapkan bisa beroperasi akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan,” kata Davin dalam paparan publik perseroan di Jakarta, akhir pekan lalu. Lebih lanjut dia menjelaskan, sepanjang tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp480 miliar.

Sebagian besar capex akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik tersebut. ”Selain pembangunan PKS, sisa capex akan digunakan untuk modal pembangunan dan infrastruktur pengangkutan tandan buah segar dari kebun ke pabrik,” paparnya. Terkait sumber pendanaan capex, emiten perkebunan ini memperolehnya dari pinjaman perbankan.

Sementara, sisanya berasal dari dana operasional perusahaan. Total pinjaman bank untuk capex mencapai Rp200 miliar. ”Hingga semester I/2015 kami berharap serapan capex sudah mencapai 50% atau Rp240 miliar. Karena, kami menargetkan di kuartal III PKS di Kalbar sudah mulai beroperasi,” imbuhnya.

Sementara, Provident Agro hingga akhir tahun ini menargetkan peningkatan produksi TBS sebesar 25–26%. Tahun lalu perseroan telah memproduksi TBS inti sebesar 359.692 ton. Tahun ini TBS inti ditargetkan bisa mencapai 450.000 ton.

Presiden Direktur Provident Agro Tri Boewono menyatakan, hingga kuartal I/2015 luas penanaman baru perseroan mencapai 18 hektare (ha). Target tanam baru perseroan tahun ini memang tidak banyak karena lahan yang tersedia sudah mulai menipis.

”Sisa lahan kosong termasuk yang di wilayah Gorontalo mencapai hampir 30.000 ha, target tanam baru tahun ini memang tidak banyak,” pungkasnya.

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
4 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
5 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
5 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved