Fasilitas Mantan Presiden Ditambah: Kebijakan Tepat atau Abai pada Rakyat?

Selasa, 26 November 2024 - 18:39 WIB
loading...
Fasilitas Mantan Presiden...
Mobil yang dikendarai presiden menjadi salah satu iring-iringan kendaraan yang mendapatkan keistimewaan ketika sedang melintas di jalanan. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) dan DPR Komisi XIII telah sepakat untuk menambah anggaran fasilitas bagi mantan presiden dan wakil presiden. Namun demikian, kesepakatan tersebut ditanggapi secara kritis mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang masih jauh dari optimal.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio tidak setuju apabila wacana penambahan fasilitas kepada mantan kepala negara direalisasikan. Baginya, fasilitas bagi mantan presiden dan wapres sudah lebih dari cukup.

"Tidak setuju, yang sekarang sudah berlebih. Lebih baik anggara itu untuk ciptakan lapangan pekerjaan. Ekonomi sedang tidak baik, seharusnya urus rakyat bukan (mantan) presiden," ujar Agus saat dihubungi SINDOnews, Selasa (26/11/2024).

Baca Juga: Kemensetneg-DPR Sepakat Soal Penambahan Fasilitas bagi Mantan Presiden dan Wapres

Hal senada juga disampaikan oleh Manajer Penelitian dan Pengetahuan lembaga penelitian dan advokasi kebijakan, The PRAKARSA, Eka Afrina Djamhari. Eka menilai pembahasan wacana penambahan fasilitas mantan Presiden dan Wapres tersebut kurang tepat bahkan, mengingat kondisi perekonomian yang sulit tengah dihadapi masyarakat saat ini.

"Belum lagi tunjangan yang diatur untuk presiden sebetulnya sudah sangat mewah, sedangkan di sisi lain saat ini jaminan pensiun bagi pekerja kelas bawah terutama yang informal belum tersedia," jelas Eka melalui pesan singkat kepada MPI.

Eka menambahkan, sebaiknya pemerintah dan DPR lebih berfokus pada anggaran kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Rekomendasi
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
Mantan Presiden Amerika...
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Ditahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved