Neraca Perdagangan RI Mei Surplus Rp12,35 Triliun

Senin, 15 Juni 2015 - 12:59 WIB
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Mei Surplus Rp12,35 Triliun
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik merilis nilai ekspor dan impor Indonesia pada Mei mengalami penurunan. Namun neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD950 juta atau sekitar Rp12,35 triliun (kurs (Rp13.000/USD).

Seperti dikutip dari laman BPS.go.id, Senin (15/6/2015), nilai ekspor Indonesia pada Mei 2015 mencapai USD12,56 miliar atau menurun 4,11% dibanding ekspor bulan sebelumnya. Sementara nilai impor mencapai USD11,61 miliar atau turun 8,05% dibanding April.

Ekspor nonmigas Mei mencapai USD11,19 miliar atau turun 3,87% dibanding April 2015 atau anjlok 10,07% dibanding Mei 2014. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2015 mencapai USD64,72 miliar atau turun 11,84% dibanding periode sama 2014, termasuk ekspor nonmigas mencapai USD56,19 miliar atau turun 7,15%.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2015 terhadap April terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD323,8 juta. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar USD408,6 juta.

Ekspor nonmigas Mei terbesar ke Amerika Serikat sebesar USD1,28 miliar disusul India sebesar USD1,15 miliar dan Jepang mencapai USD1,14 miliar. Ketiganya berkontribusi 31,94%, sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai USD1,31 miliar.

Adapun nilai impor nonmigas pada Mei mencapai USD9,53 miliar atau turun 7,39% dibanding bulan sebelumnya dan turun 13,87% dari Mei 2014. Impor migas pada Mei mencapai USD2,08 miliar atau anjlok 10,95% dibanding April dan terjun 43,87% dibanding Mei 2014.

Secara kumulatif nilai impor Januari-Mei 2015 mencapai USD60,97 miliar atau turun 17,90% dibanding periode sama 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas sebesar USD10,52 miliar atau anjlok 42,83% dan nonmigas mencapai USD50,45 miliar atau turun 9,68%.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei tahun ini yaitu golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar USD0,34 miliar sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik mencapai USD0,31 miliar.

Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari-Mei 2015 yaitu China senilai USD12,08 miliar (23,95%), Jepang USD6,01 miliar (11,92%) dan Singapura mencapai USD3,53 miliar (7%).

Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari-Mei 2015 mengalami penurunan dibanding periode sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 14,51%, 18,91%, dan 14,62%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved