Harga Minyak Kembali Naik di Pasar Asia

Kamis, 18 Juni 2015 - 10:11 WIB
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali Naik di Pasar Asia
A A A
SINGAPURA - Harga minyak di pasar Asia kemarin merangkak naik setelah para pedagang menantikan laporan sektor energi AS.

Pergerakan harga minyak tersebut juga dipengaruhi kondisi pasar yang tengah menunggu pengumuman dari Federal by safeweb"> Reserve (the Fed) untuk melihat indikasi mengenai rencana kenaikan suku bunga AS. Pada perdagangan kemarin, harga minyak patokan AS, West Texas Intermediate, untuk pengiriman Juli naik menjadi USD60,03 per barel. Sementara harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus naik menjadi USD63,74 per barel.

”Pasar berharap ada petunjuk soal kapan kenaikan tingkat bunga AS setelah sepekan ini data ekonomi menguat. Selain itu, pasar juga menunggu data mengenai cadangan minyak mentah AS sebelum membuat gerakan,” ujar analis investasi dari Phillip Futures Daniel Ang di Singapura seperti dikutip AFP kemarin.

Departemen Energi AS dijadwalkan merilis laporan mengenai cadangan minyak mentah Negeri Paman Sam hari ini. American Petroleum Institute sebelumnya memberi sinyal bahwa terjadi penurunan sebanyak 2,9 juta barel pada suplai minyak mentah AS. Penurunan jumlah cadangan minyak di Negeri Adi Kuasa itu dinilai sebagai indikator membaiknya permintaan dari konsumen minyak mentah terbesar dunia tersebut.

Pasar berharap turunnya cadangan minyak AS sepanjang musim panas, ditambah dengan pelambatan produksi shale oil dari negara tersebut, bisa menggerus suplai minyak mentah global yang berlebih. Surplusnya cadangan minyak AS menjadi kunci utama turunnya harga minyak dunia yang mencapai 50% dari pertengahan tahun lalu. ”Kami akan menunggu berapa kenaikan produksi yang terjadi.

Jika produksi terus meningkat, barulah kami akan khawatir mengenai isu suplai ke depan,” ujar Ang. Para analis memperkirakan cadangan minyak AS akan turun seperti cadangan komersial yang terus turun dalam enam minggu terakhir. Namun, sinyal positif itu dihadang oleh kenaikan angka produksi minyak.

Pekan lalu dilaporkan naik menjadi 9,61 juta barel per hari atau tertinggi sepanjang sejarah. Perusahaan migas AS mampu menjaga tingkat produksi tetap tinggi kendati harga minyak kini rendah dengan berfokus pada pengerjaan lapangan-lapangan minyak yang prospektif saja. ”Jadi outlook jangka menengah masih bearish karena besarnya suplai minyak di pasar,” ungkap Direktur Riset Forex.com Kathleen Brooks.

M faizal
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
32 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved