Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz

Minggu, 07 Juni 2026 - 07:58 WIB
loading...
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Rosneft mengungkapkan Amerika Serikat (AS) menjadi pihak yang paling diuntungkan dari penutupan Selat Hormuz. FOTO/AP
A A A
ST. PETERSBURG - Kepala Eksekutif perusahaan energi Rusia Rosneft, Igor Sechin, menegungkapkan perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat (AS) menjadi pihak yang paling diuntungkan dari penutupan Selat Hormuz. Washington dinilai tengah berupaya mengubah peta fundamental pasar energi global demi mengakomodasi kepentingan domestik mereka.

"Penutupan Selat Hormuz adalah upaya untuk merombak regulasi pasar energi global demi keuntungan AS. Langkah-langkah yang diambil untuk memblokade selat tersebut sebenarnya menyasar Iran, namun justru berdampak buruk bagi seluruh dunia karena risiko strategisnya yang diremehkan," ujar Sechin dalam pidatonya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) dikutip dari Business Standard, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga: PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi

Sechin menambahkan perusahaan-perusahaan AS mendapatkan keuntungan non-kompetitif serta kemampuan untuk mengamankan pasokan berbiaya tinggi di tengah situasi krisis ini. Krisis di salah satu jalur urat nadi maritim dunia tersebut bermula ketika Iran memblokade Selat Hormuz, yang merupakan rute utama bagi seperlima pasokan minyak dunia serta komoditas vital lainnya termasuk pupuk.

Langkah Teheran ini diambil setelah AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei pada Februari lalu kemudian direspons AS dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Rekomendasi
Jadi Semifinalis Indonesia...
Jadi Semifinalis Indonesia International Open (IIO) 2026, Irsal Nasution Petik Pengalaman Berharga
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
Berita Terkini
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved