Pesanan Pesawat Komersial Melemah

Kamis, 18 Juni 2015 - 10:17 WIB
Pesanan Pesawat Komersial...
Pesanan Pesawat Komersial Melemah
A A A
PARIS - Ledakan pesanan pesawat komersial dalam beberapa tahun terakhir tampaknya menciptakan laju permintaan yang lebih berkelanjutan pada Paris Air Show 2015.

Kini para produsen pesawat lebih fokus meningkatkan produksi untuk memenuhi rekor backlog penjualan mereka. Manufaktur pesawat Amerika Serikat (AS), Boeing, dan produsen asal Eropa, Airbus, mengumumkan beberapa kesepakatan pembelian pesawat awal pekan ini. Boeing mengumumkan pesanan terbesar dalam acara ini, hingga kemarin, dengan perusahaan leasing pesawat Belanda, Aer Cap, membeli 100 pesawat 737 MAX 8 dalam kesepakatan senilai USD10,7 miliar pada daftar harga.

Korean Airlines membuat kesepakatan pembelian 60 pesawat senilai USD6,9 miliar, dari Boeing dan Airbus. Meski demikian, jumlah dan nilai kesepakatan hingga kemarin masih di bawah sebagian besar pameran perdagangan, saat biaya pinjaman murah dan kuatnya pertumbuhan jumlah penumpang mendorong setiap maskapai memesan pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar.

”Pasar jelas melemah. Ada pesanan lebih sedikit pekan ini dibandingkan yang terjadi di semua pameran udara dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai manufaktur harus berupaya lebih keras,” papar Sash Tusa, analis penerbangan Agency Partners asal Inggris, dikutip kantor berita Reuters .

Permintaan yang moderat itu telah diperkirakan banyak pihak. Sumber industri menjelaskan, Airbus dan Boeing harus berjuang untuk mengumumkan 500 pesanan di antara mereka, dibandingkan dengan 697 pesawat saat pameran udara Farnborough tahun lalu. Meski demikian, Airbus menaikkan proyeksi 20 tahun untuk penjualan pesawat seiring pertumbuhan pesat maskapai di Asia dan Timur Tengah.

Proyeksi ini serupa dengan outlook yang diumumkan Boeing pekan lalu. Tantangan terbesar yang dihadapi sejumlah manufaktur pesawat ialah meningkatkan produksi untuk memenuhi rekor pesanan senilai USD1,8 triliun yang mereka miliki untuk dekade mendatang. Boeing berencana menaikkan output produksi pesawat 737 menjadi 52 pesawat per bulan pada 2018, dari 42 pesawat sekarang.

Kepala Pesawat Komersial Boeing Ray Conner menyatakan, perusahaan akan berhatihati mengambil setiap keputusan untuk menaikkan produksi menjadi 60 pesawat per bulan. Level ini hendak dicapai oleh Airbus dan Boeing. ”Kami sangat yakin tentang bagaimana kami menaikkan produksi di atas 52 pesawat per bulan. Ini terasa seperti permintaan lebih tinggi dari itu, tapi itu dapat terjadi dalam jangka pendek. Jadi kami sedang melihat bagaimana perkembangan berbagai hal,” tuturnya.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
12 menit yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
3 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
4 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
4 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
5 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
5 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved