USD Merana, Rupiah Dibuka Berhasil Bangkit

Kamis, 18 Juni 2015 - 10:16 WIB
USD Merana, Rupiah Dibuka...
USD Merana, Rupiah Dibuka Berhasil Bangkit
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka bangkit dari koreksi karena merananya USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.327/USD. Posisi ini terapresiasi 28 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.355/USD.

Data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.336/USD. Posisi tersebut menguat 12 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.348/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.341/USD. Posisi itu membaik 26 poin dibanding hari kemarin di level Rp13.367/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.347/USD, positif 10 poin dibanding penutupan Rabu (17/6/2015) di level Rp13.357/USD.

Sementara USD mendekam di posisi terendah satu bulan pada pagi ini setelah mengecewakannya sinyal dari hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) mengenai waktu untuk menaikkan suku bunga. Gubernur The Fed Janet Yellen menekankan bahwa keputusan suku bunga masih menunggu perbaikan lebih lanjut dalam pasar tenaga kerja.

Dalam proyeksi mereka, The Fed juga melihat suku bunga akan sedikit lebih rendah pada akhir 2016 dan 2017 dari perkiraan Maret lalu. Hal itu mengakibatkan pembalikan cepat dalam imbal hasil obligasi. imbal hasil obligasi dua tahun turun ke 0,6411% dari 0,7660%.

Pada gilirannya, USD menurun cepat terhadap sejumlah mata uang dunia. Indeks USD turun ke 94,114, di bawah level terendah pada 19 Mei lalu di 95,178 dan terakhir berada di 94,149.

Bahkan euro naik ke level tertinggi satu pekan terhadap USD ke 1,1358, di tengah risiko default utang Yunani. Terhadap yen, USD merosot ke 123,430 dari level tertinggi 124,465. Sementara euro bernasib lebih baik, menyentuh level tertinggi satu pekan ke 140,31.

Satu-satunya mata uang utama dunia yang gagal memanfaatkan koreksi USD adalah dolar Selandia Baru, yang merosot karena data pertumbuhan ekonomi di negara itu melambat pada kuartal I tahun ini.

Ekonomi Selandia Baru hanya tumbuh 0,2% pada tiga bulan pertama 2015, terendah dalam dua tahun terakhir. Dolar Selandia Baru jatuh lebih dari 0,5 sen AS ke 0,6881, mendekati koreksi terdalam lima tahun terakhir di 0,6880 pada hari kemarin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
7 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
8 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
9 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
9 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
9 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
10 jam yang lalu
Infografis
Hiu Goblin Superlangka...
Hiu Goblin Superlangka Berhasil Difilmkan untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved