Susi Terima SMS Nelayan Filipina Curi Ikan di Sangihe

Senin, 22 Juni 2015 - 13:03 WIB
Susi Terima SMS Nelayan...
Susi Terima SMS Nelayan Filipina Curi Ikan di Sangihe
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku banyak menerima pesan singkat (SMS) dari nelayan lokal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara bahwa banyak nelayan asal Filipina mencuri ikan tuna di Sangihe dan memboyong ke negeri asalnya.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat modus baru pencurian ikan (illegal fishing) dengan menggunakan kapal plam boat berbobot di bawah 30 gross tonnage (GT). Para nelayan Filipina tersebut menggunakan kapal palm boat untuk mencuri ikan di Sangihe.

"Yth, Bu Menteri Kelautan dan Perikanan, kami sebagai nelayan kabupaten kepulauan Sangihe provinsi Sulut datang membawa keluhan kami, karena ada nelayan asing Filipina yang sekarang ini mendatangi laut kami. Akibatnya kami sangat menderita dalam hal mata pencaharian dan penangkapan ikan," kata Susi menuturkan bunyi SMS dari nelayan lokal tersebut di kantornya, Senin (22/6/2015).

Menurut dia, nelayan tersebut mengeluhkan pemerintah daerah (Pemda) yang seakan tidak peduli hal tersebut. Sebab itu, mereka memberanikan diri menyampaikan keluhannya ke Susi agar ada jalan keluar.

"Info lainnya sekarang ini sudah banyak sekali warga Filipina di Tahuna. Umumnya tidak memiliki kartu penduduk atau paspor, mereka datang memakai perahu palm boat dan sekarang jumlahnya ratusan," imbuhnya.

Susi menambahkan, SMS tersebut juga menyebutkan bahwa saat dirinya berkunjung ke Kepulauan Sangihe, palm boat tersebut diminta bersembunyi di Teluk Tawoali, sehingga tidak nampak di Tahuna.

"Keadaan ini bupati tahu tapi tidak ada tindakan atas datangnya warga asing ini. Mereka ini dikontrak oleh oknum. Kasihan kami nelayan pribumi. Tolonglah kami ini," pungkasnya.

Dari informasi yang didapatnya, seluruh palm boat tersebut menggunakan bendera Indonesia, namun anak buah kapal (ABK) berasal dari Filipina. Jumlah palm boat yang beroperasi di sana sekitar 82 buah, dan jumlah ABK nya sekitar 450 orang. Para ABK tersebut tidak memiliki kartu identitas baik dari Indonesia maupun Filipina.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
10 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
11 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved