Apple Ubah Kebijakan Pembayaran Musisi

Selasa, 23 Juni 2015 - 10:09 WIB
Apple Ubah Kebijakan...
Apple Ubah Kebijakan Pembayaran Musisi
A A A
CALIFORNIA - Apple Inc mengubah kebijakannya dan menyatakan sekarang akan membayar para musisi selama percobaan gratis (free trial) layanan streaming baru Apple Music.

Kebijakan baru itu setelah penyanyi pop Taylor Swift menyatakan akan menarik album hit terbarunya ”1989” dari layanan tersebut. Sebelumnya Apple menawarkan pada penggunanya percobaan tiga bulan secara gratis untuk layanan tersebut dan menyatakan tidak akan membayar para musisi untuk penggunaan musik mereka selama waktu uji coba.

Senior Vice President Apple Eddy Cue mengumumkan perubahan kebijakan itu melalui Twitter (@cue). ”Kami mendengar Anda @taylorswift13 dan para musisi indie . Cinta, Apple,” tulis Cue dalam tweet-nya, dikutip kantor berita AFP.

Swift, 25, menjelaskan dalam posting di Tumblr pada Minggu (21/6) lalu bahwa dia akan menarik albumnya saat dia mengetahui kebijakan Apple tidak membayar musisi selama uji coba gratis itu mengejutkan dan mengecewakan karena dapat merugikan musisi muda yang baru muncul.

Setelah ada perubahan kebijakan Apple, dia berterima kasih kepada Apple dan para pendukungnya. Dia mengatakan pada 59 juta follower Twitter-nya, ”Saya gembira dan lega. Terima kasih pada kata-kata dukungan Anda hari ini. Mereka mendengarkan kita.”

Swift pernah melawan layanan streaming musik sebelumnya. Dia menarik seluruh katalog musiknya dari platform streaming online Spotify pada November lalu dan menolak menawarkan ”1989” pada layanan streaming tersebut. Dia menyatakan, bisnis telah menurunkan jumlah pembayaran penjualan album secara drastis. Meski demikian, dia mendukung langkah Apple untuk mengganti layanan streaming gratis itu dengan didanai oleh para pelanggan.

Juru bicara Apple membenarkan tweet oleh Cue tersebut dan dengan demikian, perusahaan akan membayar para musisi selama periode uji coba tiga bulan. Awal bulan ini Apple mengumumkan aplikasi baru yang menggabungkan lagu streaming dan katalog video musik, stasiun radio internet dan cara musisi membagikan lagu atau materi lain yang belum diluncurkan.

Aplikasi ini termasuk sistem rekomendasi yang menggunakan kurator manusia dan algoritma komputer untuk menyarankan sejumlah lagu pada pengguna. Layanan ini dibuat untuk menyaingi Spotify, Tidal, dan aplikasi musik lainnya. Apple juga mengumumkan bahwa Inggris akan menjadi negara pertama yang mendapatkan layanan Apple Pay di luar Amerika Serikat (AS).

”Banyak orang di industri melihat peluncuran layanan musik sebagai hal yang besar, dan mereka berharap ini akan membantu menjadi arus utama streaming berbasis langganan,” papar Chris Cooke dari Complete Music Update, dikutip BBC .

”Tapi, Spotify memiliki level gratis yang didukung iklan untuk membantu menjual paket- paket premiumnya, sedangkan Apple tidak memiliki, jadi ini tetap memiliki poin penjualan unik,” tutur Cooke.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
14 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
29 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved