Target Pembangunan Harus Realistis

Selasa, 23 Juni 2015 - 10:09 WIB
Target Pembangunan Harus...
Target Pembangunan Harus Realistis
A A A
JAKARTA - Langkah pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan target-target pembangunan tahun 2016 menuai kritikan dari para anggota DPR RI.

Mereka pun meminta kepada pemerintah agar realistis. Deputi Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Bappenas Rahma Iryanti menetapkan tiga target pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2016. Ketiga target itu adalah tingkat kemiskinan di kisaran 9-10%, tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,2-5,5%, dan tingkat ketimpangan pendapatan (indeks rasio gini) sebesar 0,39.

”Kami berupaya menjaga penduduk miskin agar tidak jatuh di bawah angka garis kemiskinan,” kata dia saat rapat dengan anggota Badan Anggaran DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, kemarin. Untuk mewujudkan hal itu, Rahma mengatakan bahwa pemerintah berupaya mendorong perluasan penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM dan koperasi.

Selain itu, pemerintah juga akan menggulirkan berbagai program untuk mengurangi beban masyarakat miskin. ”Kami akan memperbaiki kebijakan penyaluran raskin, bantuan tunai bersyarat, layanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat, beasiswa pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar, serta pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambah dia.

Anggota DPR asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan, Andi Akmal Pasluddin menilai, berbagai target pembangunan yang dicanangkan Bappenas terlalu optimistis. Dia pun menyangsikan target tersebut dapat dicapai melihat kondisi ekonomi yang melambat. ”Terlebih, ada kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) yang semakin membuat daya beli rakyat semakin tergerus,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Senada, anggota DPR asal daerah pemilihan Maluku Utara, Achmad Hatari menambahkan, Bappenas harus menjadi titik utama dalam perencanaan pembangunan. Dia menilai program Nawacita yang didengungkan pemerintah tidak sinkron dengan program kementerian/lembaga.

Politikus Partai Nasdem tersebut juga meminta pemerintah untuk memperkuat kontrol pembangunan hingga tingkat daerah. Selain itu, Hatari juga meminta kepada pemerintah untuk tidak terlalu ambisius dalam menetapkan target pembangunan. ”Jangan membuat target yang muluk-muluk. Pembangunan itu tidak serta-merta langsung menetes ke bawah (multiplier effect ),” ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2015, angka pengangguran terbuka bertambah 300.000 secara year on year menjadi 7,45 juta atau 5,81%. Sementara jumlah penduduk miskin pada tahun 2014 mencapai 28,28 juta jiwa atau 11,25%.

Rahmat fiansyah
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
30 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved