Aktivitas Manufaktur China Tunjukkan Stabilisasi

Selasa, 23 Juni 2015 - 10:56 WIB
Aktivitas Manufaktur...
Aktivitas Manufaktur China Tunjukkan Stabilisasi
A A A
SHANGHAI - Aktivitas manufaktur China menunjukkan beberapa tanda-tanda stabilisasi pada bulan Juni, tetapi masih mengalami kontraksi untuk bulan keempat berturut-turut.

Menurut survei awal, langkah-langkah stimulus lebih mungkin diperlukan untuk mendukung perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) pendahuluan dari HSBC dan Markit naik tipis ke 49,6 pada Juni dari bulan sebelumnya 49,2. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi, sedangkan di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Pesanan baru kembali ke wilayah positif di 50,3 dan pesanan ekspor baru turun pada kecepatan yang lebih lambat, tetapi perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), data pasar tenaga kerja berada pada laju terlambat dalam lebih dari enam tahun, alarm bagi Beijing.

Pabrik juga dipaksa untuk memangkas harga produk mereka lebih banyak, sehingga menekan margin keuntungan.

"Di satu sisi, sektor ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan karena produksi stabil di tengah sedikitnya pekerjaan baru, sementara aktivitas pembelian juga naik sedikit lebih dari satu bulan," kata ekonom di Markit Annabel Fiddes seperti dilansir dari Reuters, Selasa (23/6/2015).

Di sisi lain, dia menambahkan, produsen terus memangkas jumlah tenaga kerja. Hal ini menunjukkan perusahaan memiliki harapan pertumbuhan relatif diredam dan menunjukkan bahwa otoritas dapat meningkatkan upaya mereka untuk merangsang pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja pada semester II tahun ini.

Sementara itu, meskipun stimulus dan langkah-langkah pelonggaran diberikan selama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi melambat ke level terendah enam tahun terakhir kuartal I di level 7%.

Permintaan lamban di pasar perumahan dan di luar negeri telah meninggalkan aktivitas pabrik, terutama di industri berat, yang mengalami kelebihan kapasitas.

PMI melihat sedikit tanda-tanda pemulihan permintaan, tercermin dalam survei swasta lainnya dan dalam pernyataan publik, tetapi China masih berjuang untuk melakukan pelonggaran moneter untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved