Pemerintah Diminta Cepat Ambil Langkah Tepat

Kamis, 25 Juni 2015 - 08:07 WIB
Pemerintah Diminta Cepat...
Pemerintah Diminta Cepat Ambil Langkah Tepat
A A A
BANDUNG - Pemerintah diminta cepat mengambil langkah tepat di tengah melambatnya ekonomi, menurunnya daya beli, perampingan perusahaan hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang tak terhindarkan.

“Pemerintah harus cepat mengantisipasi gelombang PHK, bagaimana ekonomi bisa cepat pulih. Tidak mudah, tapi harus cepat supaya ekses dari penurunan (pertumbuhan ekonomi) ini tidak berdampak terlalu berat,” ujar Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) usai rapat konsolidasi Partai Perindo Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/6/2015).

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I/2015 hanya 4,71%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,14%.

Itu merupakan angka pertumbuhan terendah sejak 2009. Akibat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah sektor usaha sudah melakukan PHK terhadap karyawannya.

Berdasarkan data yang dipublikasi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) akhir Mei lalu, sekitar 60 industri di Bandung dan Majalaya, Jawa Barat merumahkan karyawannya. Tindakan itu diambil menyusul anjloknya penjualan produk tekstil hingga 50% sepanjang Januari-April 2015 dibanding periode yang sama tahun lalu.

PHK terjadi di berbagai sektor, diantaranya semen, pertambangan, baja. Sebagai gambaran, perusahaan baja mulai memangkas jumlah karyawannya hingga 20%-25% karena tidak mampu menahan kenaikan biaya produksi.

Kementerian Perindustrian mencatat, sebanyak 40.000 buruh dari pabrik sepatu sudah di PHK sejak Januari 2015 atau sejak melemahnya nilai tukar rupiah.

Mengutip data BPS, angka pengangguran di Indonesia naik 300.000 orang dalam kurun Februari 2014-Februari 2015. Saat ini, total pengangguran di Indonesia mencapai 7,45 juta orang.

“PHK sudah tidak bisa dihindari. Sekarang sudah terjadi PHK, dan setelah Lebaran akan banyak sekali,” kata CEO MNC Group ini.

Hary melanjutkan, masyarakat menengah ke bawah yang paling merasakan dampak melambatnya perekonomian tersebut. Kualitas hidup mereka mengalami penurunan.

Saat harga-harga kebutuhan pokok yang dipenuhi dari impor mengalami kenaikan karena tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD), penghasilan mereka turun.

“Saya khawatir nanti eksesnya setelah enam bulan, begitu pesangon mereka sudah habis, bagaimana hidup mereka selanjutnya. Biaya hidup mahal, yang kita makan saja harus impor, beras, gula, kedelai,” tutur HT.

Dia berharap, pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. “Harus punya program tepat sasaran,” terangnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hadiri Peresmian Kantor...
Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
HT: Semoga PP Makin...
HT: Semoga PP Makin Berkibar
Visi Misi Perindo Jelas,...
Visi Misi Perindo Jelas, Membangun Indonesia Sejahtera
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
1 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
1 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
2 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
5 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
5 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
6 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved