Tambahan Subsidi KUR dari Realokasi APBN

Kamis, 25 Juni 2015 - 10:17 WIB
Tambahan Subsidi KUR...
Tambahan Subsidi KUR dari Realokasi APBN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, tambahan dana subsidi bunga untuk kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp600 miliar diperoleh dari realokasi dana dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Penambahan dana subsidi bunga Rp600 miliar itu ditujukan untuk menurunkan bunga KUR menjadi sebesar 12% dari sebelumnya 22%. Menkeu mengatakan, anggaran subsidi bunga KUR yang sudah ada dalam anggaran pemerintah sebesar Rp400 miliar. Anggaran itu kemudian akan dinaikkan menjadi Rp1 triliun agar bunga bisa diturunkan.

”Kita menyiapkan anggarannya, kita berikan ke bank pelaksananya. Bank memberikan pinjaman dengan bunga 12%,” katanya seusai penandatanganan komitmen pengendalian gratifikasi di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, penurunan bunga KUR dari 22% menjadi 12% per tahun disepakati dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada 17 Juni lalu. Sesuai kesepakatan rapat tersebut, Puspayoga menuturkan, keputusan ini akan diberlakukan per Juli 2015.

Saat ini pelaksanaannya tinggal menunggu proses penyelesaian aturan teknis yang disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). ”Mulai berlaku bulan ini. Awal Julilah. Sekarang menunggu persiapan teknis. Kan sudah diputuskan, sekarang persiapan ke perbankan untuk koordinasi,” paparnya.

Besaran penyaluran KUR tetap pada angka Rp30 triliun, sesuai APBN Perubahan 2015. Adapun bank untuk penyalur KUR adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. Menurut Puspayoga, pemilihan BRI karena hanya bank tersebut yang siap untuk menyalurkan KUR, baik dari sisi likuiditas hingga sistem yang berjalan. ”Karena BRI yang paling siap. Untuk sementara,” katanya.

Sebelumnya, KUR dibagi menjadi dua, yaitu mikro dan ritel. Namun, kini KUR ritel yang memiliki plafon kredit antara Rp20-500 juta telah dihilangkan, sehingga yang ada tinggal KUR mikro dengan plafon kredit maksimal Rp25 juta. Perubahan besaran bunga, jumlah kredit, serta bank penyalur dilakukan pemerintah setelah mengevaluasi penyaluran KUR selama 2014.

Tercatat, kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) KUR selama 2014 cukup tinggi, mencapai 4,2%. Dengan penurunan bunga kredit serta dibatasinya bank penyalur, diharapkan kualitas kredit yang disalurkan meningkat. Perbaikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja koperasi di dalam negeri.

Rabia edra/ant
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved