Pemerintah Diminta Ubah Sasaran Subsidi Listrik

Sabtu, 27 Juni 2015 - 13:00 WIB
Pemerintah Diminta Ubah...
Pemerintah Diminta Ubah Sasaran Subsidi Listrik
A A A
JAKARTA - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Daryatmo meminta pemerintah mengubah sasaran subsidi listrik berdasarkan profil pengguna.

Pasalnya, menurut dia, pemerintah selama ini memberikan subsidi berdasarkan penggunaan daya volt ampere (VA), yaitu 450 VA dan 900 VA.

Daryatmo mengatakan, jika dirunut subsidi berdasarkan penggunaan daya, jumlah penerima subsidi listrik ke orang itu menjadi terlalu besar.

"Kekeliruan selama ini dari pemerintah adalah memberikan subsidi berdasarkan daya yang terpasang. Bukan dari profil pelanggan. Itu harus dikorek dulu profil pelanggan penerima subsidi. Kalau subsidi, harusnya profil pelanggan, jadi pelanggan yang 900 atau 450 VA yang punya mobil tidak layak dapat subsidi," kata Daryatmo kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Dia berpendapat, harus ada kementerian terkait yang membantu mendata profil pelanggan penerima subsidi listrik 450 dan 900 VA, sehingga pemerintah lebih tepat sasaran dalam memberikan subsidi.

"Sebenarnya menggunakan data Kemensos bisa, yang menerima subsidi listrik itu terima BLSM, tidak? Kalau iya, ya dikasih. Jadi, nanti kalau pemerintah memberi subsidi, penerima subsidinya harus di-cross check dulu, dia menerima BLSM seperti raskin, kartu sehat, kartu pintar, subsidi elpiji atau lain-lainnya atau tidak? Itu yang dinilai bisa dapat subsidi," tuturnya.

Saat ini, dia menambahkan, penerima subsidi listrik berdasarkan daya terpasang sangat besar, yakni mencapai 80% masyarakat. Sedangkan yang layak menerima subsidi, menurut dia, seharusnya tidak sampai 80%.

"Jadi, kalau bicara pengguna listrik 450 sama 900 VA itu sudah 80% pengguna. Itu besar. Nah, kalau pemerintah konsisten memberikan subsidi ke orangnya berdasarkan profil, yang layak diberikan itu paling sekitar 20-25 juta sudah paling besar," pungkasnya.

(Baca: Lho! Sofyan Anggap Tarif Listrik 450 VA Terlalu Murah)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Tak cuma Masyarakat...
Ternyata Tak cuma Masyarakat Biasa, Kelompok Bisnis pun Dapat Subsidi Listrik
Penggunaan Kompor Listrik...
Penggunaan Kompor Listrik Dinilai hanya Pindahkan Beban dari Hilir ke Hulu
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Subsidi Listik Diperpanjang...
Subsidi Listik Diperpanjang hingga September 2020
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
9 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
25 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
55 menit yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved