Subsidi Listrik Langsung Harus Didukung Data Konsisten

Sabtu, 27 Juni 2015 - 18:55 WIB
Subsidi Listrik Langsung...
Subsidi Listrik Langsung Harus Didukung Data Konsisten
A A A
JAKARTA - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Daryatmo mendukung langkah pemerintah memberikang subsidi listrik berbentuk uang langsung kepada rekening pengguna. Asalkan didukung dengan data jelas dan konsisten mengenai penerima subsidinya.

"Bisa kalau subsidinya diberikan begitu. Tapi ya itu, harus didukung dengan data konsisten penerima subsidi. Kalau konsepnya satu kartu untuk semua subsidi, itu tidak ada masalah karena verifikasi penerima subsidi cuma dilakukan sekali," kata dia kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Dia juga mendukung langkah pemerintah untuk memberlakukan plafon subsidi untuk pengguna listrik.

"Artinya, subsidinya itu ke orang dengan dikasih kuota, plaffon. Kalau lebih pemakaiannya, ya orangnya yang harus membayar kelebihannya itu. Berapapun yang dibayar oleh pengguna, pemerintah hanya memberi sekian ribu," imbuhnya.

Kendati demikian, dia mengingatkan, data masyarakat pengguna subsidi harus diperhatikan oleh pemerintah. Jangan sampai pemerintah memberikan terlalu banyak subsidi untuk masyarakat yang tidak tepat sasaran.

"Takutnya nanti ada gap antara listrik yang tidak disubdi dengan yang disubsidi (900 dan 1300VA) itu cukup lebar. Konsumen yang disubsidi itu kan tarifnya cuma Rp600/kwh. Sementara yang tidak disubsidi harus membayar per kwh dua kali lipat. Makannya peran Kemensos di sini penting untuk tentukan siapa-siapa saja sasarannya," ungkapnya.

Menurut dia, kalau pemerintah melakukan pemetaan terhadap angka penerima subsidi berdasarkan data dan konsisten maka si penerima subsidi yang tepat sasaran sekitar 15 juta pelanggan.

"Angkanya konsisten dengan penerima BLSM itu, kira-kira angkanya 15 jutaan pelanggan. Kalau kita filter menjadi 15 juta itu, yang 900 VA itu tidak ada yang dapat subsidi dan 450 VA pun harus diseleksi lagi, tidak semua dapat," pungkasnya.

Baca:

Pemerintah Diminta Ubah Sarsaran Subsidi Listrik

Subsidi Listrik Selama Ini Dinilai Politis
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Tak cuma Masyarakat...
Ternyata Tak cuma Masyarakat Biasa, Kelompok Bisnis pun Dapat Subsidi Listrik
Penggunaan Kompor Listrik...
Penggunaan Kompor Listrik Dinilai hanya Pindahkan Beban dari Hilir ke Hulu
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Subsidi Listik Diperpanjang...
Subsidi Listik Diperpanjang hingga September 2020
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
9 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
25 menit yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
55 menit yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
10 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved