Rupiah Diprediksi pada Kisaran Rp13.300-13.400/USD
Minggu, 28 Juni 2015 - 07:06 WIB
Rupiah Diprediksi pada Kisaran Rp13.300-13.400/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pekan depan diprediksi masih sama dengan pekan ini.
Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, laju rupiah pada pekan ini cenderung berada pada kisaran sempit karena sentimen dalam negeri tidak terlalu banyak. Dia memperkirakan bahwa rupiah akan berada pada kisaran Rp13.300-Rp13.400-an/USD.
"Market kita tidak terlalu ramai, tidak ada surprise-surprise. Hampir sama dengan kondisi sekarang," kata Destry ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).
Kendati demikian, Destry mengingatkan, untuk mencermati sentimen global, yang kemungkinan akan mengejutkan pasar, seperti kelanjutan dari nasib Yunani.
"Sebetulnya banyak sentimennya (global). Kalau di global itu banyak status shock. Kalau domestik ada berita jelek, atau misalnya ada pembayaran utang luar negeri yang besar dan pembelian impor secara besar-besaran. Tapi saya rasa sentimen itu, tidak terlalu terlihat minggu besok," katanya.
Soal sentimen dari Yunani yang belum ada kabar positif akan membayar utang ke Dana Moneter Internasional (IMF), Destry mengatakan, kejadian tersebut sudah ada dalam daftar yang diantisipasi negara di dunia, termasuk Indonesia.
"Itu kan sudah diperkirakan juga. Sudah expected istilahnya. Tapi tetap kalau gejolak lain belum ada yang berarti," pungkas dia.
(Baca: Rupiah Ditutup Rebound Terimbas Menguatnya Yen)
Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, laju rupiah pada pekan ini cenderung berada pada kisaran sempit karena sentimen dalam negeri tidak terlalu banyak. Dia memperkirakan bahwa rupiah akan berada pada kisaran Rp13.300-Rp13.400-an/USD.
"Market kita tidak terlalu ramai, tidak ada surprise-surprise. Hampir sama dengan kondisi sekarang," kata Destry ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).
Kendati demikian, Destry mengingatkan, untuk mencermati sentimen global, yang kemungkinan akan mengejutkan pasar, seperti kelanjutan dari nasib Yunani.
"Sebetulnya banyak sentimennya (global). Kalau di global itu banyak status shock. Kalau domestik ada berita jelek, atau misalnya ada pembayaran utang luar negeri yang besar dan pembelian impor secara besar-besaran. Tapi saya rasa sentimen itu, tidak terlalu terlihat minggu besok," katanya.
Soal sentimen dari Yunani yang belum ada kabar positif akan membayar utang ke Dana Moneter Internasional (IMF), Destry mengatakan, kejadian tersebut sudah ada dalam daftar yang diantisipasi negara di dunia, termasuk Indonesia.
"Itu kan sudah diperkirakan juga. Sudah expected istilahnya. Tapi tetap kalau gejolak lain belum ada yang berarti," pungkas dia.
(Baca: Rupiah Ditutup Rebound Terimbas Menguatnya Yen)
(rna)