Eksportir di Jatim Teriak Ingin Transaksi Pakai Dolar AS

Rabu, 01 Juli 2015 - 17:15 WIB
Eksportir di Jatim Teriak...
Eksportir di Jatim Teriak Ingin Transaksi Pakai Dolar AS
A A A
SURABAYA - Penetapan penggunaan nilai rupiah dalam melakukan transaksi membuat pengusaha-pengusaha di Jawa Timur (Jatim) kelimpungan. Mereka meminta supaya ada kebijakan untuk memakai dolar AS (USD) dalam melakukan transaksi.

Permintaan ini muncul dari Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur yang merespon Surat Edaran BI No 17/11/DKSP per 1 Juni 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di wilayah NKRI.

Penerapan rupiah untuk transaksi dinilai kurang tepat, karena di lapangan perusahaan pemasok bahan baku penunjang ekspor maupun perusahaan pelayaran menetapkan nilai kurs Rp14.000-Rp15.000/USD.

“Ini sangat memberatkan bagi eksportir, kami berharap transaksi dalam negeri memakai dolar,” ujar Ketua Forkas Jatim, Isdarmawan Asrikan, Rabu (1/7/2015).

Dia menuturkan, peraturan BI itu bisa menghambat peningkatan ekspor, karena beban yang ditanggung eksportir cukup berat terutama berupa selisih kurs dolar AS (jual dan beli) atas berbagai transaksi, seperti pembayaran jasa maupun pembelian bahan baku yang dilakukan di dalam negeri.

Menurutnya, para pelaku bisnis rekanan eksportir telah mematok nilai kurs USD secara sepihak. Sebagai contoh, perusahaan pelayaran pekan ini menetapkan nilai kurs hingga Rp14.000-Rp15.000/USD atas ongkos pengangkutan barang untuk ekspor maupun impor, sehingga selisih kursnya abnormal. Selisih kurs yang normal adalah Rp25-Rp50/USD.

“Kami mendukung kebijakan BI atas penggunaan rupiah dalam bertransaksi di wilayah NKRI, tetapi eksportir yang menghasilkan devisa jangan dikorbankan. BI harus mengendalikan penetapan nilai kurs, yakni kurs tengah BI,” bebernya.

Baca juga:

Kemenhub: Pelabuhan Internasional Wajib Pakai Rupiah

INSA: Penggunaan Rupiah di Pelabuhan Sulit Dilakukan

Penggunaan Rupiah di Pelabuhan Disambut Pelaku Usaha
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
TNI AL Gagalkan Penyelundukan...
TNI AL Gagalkan Penyelundukan Puluhan Ribu Benur Bernilai Miliaran Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved