Pertumbuhan Manufaktur Inggris Melemah

Kamis, 02 Juli 2015 - 11:11 WIB
Pertumbuhan Manufaktur...
Pertumbuhan Manufaktur Inggris Melemah
A A A
LONDON - Pertumbuhan manufaktur Inggris melemah ke level terendah dalam lebih dari dua tahun pada Juni.

Kondisi ini dipicu oleh turunnya permintaan ekspor dari Eropa akibat poundsterling menguat. Data indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index /PMI) Markit/CIPS turun menjadi 51,4, data terendah sejak April 2013, dari revisi 51,9 pada Mei. PMI pada Juni itu lebih buruk dibandingkan seluruh proyeksi dalam survei Reuters yang memprediksi sedikit penguatan menjadi 52,5, meskipun masih berada di atas nilai 50 yang menandai pertumbuhan.

Penurunan pertumbuhan manufaktur ini berarti ekonomi Inggris akan lebih tergantung pada sektor lain seperti jasa, untuk mendorong pertumbuhan. ”Sektor manufaktur Inggris mengecewakan pada kuartal II/2015 secara keseluruhan,” ungkap Rob Dobson, ekonom Markit, dikutip kantor berita Reuters .

”Tren pertumbuhan dalam output dan pesanan baru berada di level terlemah sejak awal 2013, saat pounsterling menguat dan permintaan melemah dari Eropa yang menutupi berlanjutnya soliditas pasar domestik,” kata Dobson. Poundsterling menguat sekitar 2% pada Juni. Awal pekan ini kepala ekonom Bank Sentral Inggris memperingatkan penguatan poundsterling dapat membebani pertumbuhan selama dua tahun mendatang.

Dobson menjelaskan, perdagangan ekspor tampaknya tetap menjadi hambatan pada ekonomi, setelah data resmi pada Selasa (30/6) menunjukkan perdagangan bersih mengurangi sekitar 0,6% dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2015. Data resmi juga menunjukkan output manufaktur naik hanya 0,1% pada kuartal I/2015.

Lebih menjanjikan, data PMI melaporkan manufaktur merekrut pegawai baru pada level tercepat dalam tiga bulan selama Juni, menambah tren positif di pasar tenaga kerja Inggris. ”Pada nilai ini sinyal terbaru peningkatan pertumbuhan gaji dan inflasi yang rendah mungkin memberi sejumlah kelonggaran pada kondisi perdagangan dengan mitra Eropa kita,” kata Dobson.

Harga yang dibayar oleh manufaktur untuk bahan baku naik untuk pertama kali sejak Agustus tahun lalu, meski harga di pintu pabrik merosot setelah kenaikan pada Mei. Bank Sentral Inggris memperkirakan, inflasi naik pada akhir tahun ini.

Ekonomi Inggris tumbuh lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kuartal I/2015. Kantor Statistik Nasional (ONS) menyatakan bahwa ekonomi tumbuh 0,4% pada kuartal tersebut.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved