Acuan Transaksi Repo Sukuk Disepakati

Jum'at, 03 Juli 2015 - 09:03 WIB
Acuan Transaksi Repo...
Acuan Transaksi Repo Sukuk Disepakati
A A A
JAKARTA - Sejumlah bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) menandatangani mini -master repo agreement (MRA) surat berharga syariah.

Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan syariah dan meningkatkan transaksi di pasar sukuk. Ketua Indonesian Islamic Global Market Association (IIGMA) Ahmad Badawi mengapresiasi Bank Indonesia (BI) yang ikut memfasilitasi kesepakatan itu. Dia menyebut, ada 11 BUS dan tujuh UUS yang ikut menandatangani kesepakatan mini MRA.

”Kami melihat perkembangan pasar syariah belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini disebabkan instrumen yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan,” kata Badawi di Gedung BI, Jakarta, kemarin. Badawimengatakan, porsisukuk masih sangat kecil dari total portofolio yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar 5% dan sukuk korporasi sebesar 15%.

Dia pun berharap, kesepakatan ini bisa membuat sukuk semakin berkembang dan likuid dipasarsekunder.”Padaakhirnya akan menambah atau melengkapi jaring pengaman likuiditas syariah,” ucap dia. Kepala Program Pendalaman Pasar Keuangan BI Treesna Wilda Suparyono mengakui, instrumen pasar keuangan syariah masih terbatas.

Dia menyebut, volume perdagangan pasar keuangan syariah masih di bawah Rp1 triliun atau jauh di bawah pasar keuangan konvensional. ”Sehingga, aktivitas pasar keuangan syariah masih perlu ditingkatkan,” ujar dia. Treesna mengatakan, mini- MRA yang diinisiasi oleh pelaku pasar melengkapi beleid BI yang sudah ada ihwal mekanisme transaksi repo syariah, yakni Peraturan BI No 17/4/2015 dan Surat Edaran BI No. 17/10/ DKMP.

Transaksi repo syariah ini memungkinkan terjadinya transaksi penjualan sukuk di antara anggota dengan janji pembelian kembali dalam waktu maksimal satu tahun. ”Dan diharapkan hal ini bisa menjadi bagian pendalaman pasar keuangan, terutama pasar keuangan syariah,” tambah Treesna.

Sementara, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengklaim perkembangan industri keuangan syariah semakin baik yang ditandai dengan total emisi sukuk hingga Mei 2015 yang mencapai Rp13,75 triliun. Dia mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen mendukung kesiapan infrastruktur keuangan syariah, terutama dalam meningkatkan likuiditas.

Rahmat fiansyah
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
59 menit yang lalu
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
1 jam yang lalu
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
1 jam yang lalu
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
2 jam yang lalu
Rupiah Makin Loyo Imbas...
Rupiah Makin Loyo Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Hari Ini Tembus Rp18.083/USD
2 jam yang lalu
Infografis
Transaksi Rp349 T, Sri...
Transaksi Rp349 T, Sri Mulyani Tegaskan: Tak Ada Perbedaan Data
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved