Buruh Sebut Menaker Permalukan Jokowi

Minggu, 05 Juli 2015 - 14:16 WIB
Buruh Sebut Menaker...
Buruh Sebut Menaker Permalukan Jokowi
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut bahwa Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri telah mempermalukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 tentang BPJS Ketenagakerjaan, sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, PP yang mengatur soal pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) ini harus direvisi akibat kelalaian Menaker Hanif yang tidak mengakomodir aspirasi dari para pekerja. (Baca: Aturan Dana JHT 10 Tahun Akhirnya Direvisi)

"Itu mempermalukan Presiden Jokowi karena PP baru satu hari ditandatangani Presiden dan belum diimplementasikan, tapi harus direvisi akibat kelalaian Menaker karena menuai protes masyarakat dan buruh," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/7/2015).

Menurut Said, revisi PP tersebut pun tidak mengakomodir aspirasi buruh dengan hanya mengizinkan para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk mencairkan dana JHT nya dalam jangka waktu sebulan.

Padahal, waktu kepesertaan yang dapat mencairkan dana JHT setelah 10 tahun dan saat usia 56 tahun sangat ditentang buruh. Sebab, kebijakan tersebut sangat merepotkan buruh dan waktu pencairan terlalu lama. (Baca: Pensiun Dini Tak Bisa Cairkan JHT Sebelum 10 Tahun

"Padahal JHT sebagai tabungan buruh sangat dibutuhkan ketika ada kebutuhan mendesak. Jadi dalam revisi PP nya dikembalikan ke aturan lama yaitu dana JHT dapat diambil setelah 5 tahun kepesertaan (baik peserta aktif maupun yang ter-PHK)," imbuhnya.

Selain itu, sambung Said, pihaknya juga mempermasalahkan nilai dana JHT yang dapat dicairkan hanya 10% dari saldo JHT, atau 30% dari JHT untuk perumahan dan sisanya diambil saat usia 56 tahun. Sejatinya, buruh menginginkan dana tersebut dapat cair sekaligus dari seluruh saldo (lump sum).

"Karena diambil bertahap tersebut maka uang JHT nya tidak bermanfaat buat buruh. Jadi dalam revisi PP nya harus menegaskan bahwa dana JHT dapat diambil sekaligus 100% dari saldo JHT setelah 5 tahun masa kepesertaan," pungkasnya.

Baca juga:


Dana JHT Diambil 10 Tahun, BPJS Bikin Rakyat Sengsara

Buruh Rentan PHK, Pengambilan JHT 10 Tahun Salah Kaprah

Ini Penjelasan Menaker Hanif soal Pencairan JHT 10 Tahun
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
4 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
7 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
8 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved