Rebab dan Cinta

Senin, 06 Juli 2015 - 10:28 WIB
Rebab dan Cinta
Rebab dan Cinta
A A A
Alkisah, sayup-sayup terdengar suara merdu musik gesek di tengah keramaian jalan di sebuah kota. Orang-orang terhanyut mendengar alunan musik yang terasa menyedihkan di telinga itu.

Selesai memainkan musiknya, terdengar tepuk tangan orangorang di situ. Pemuda itu pun berdiri dan membungkukkan badannya, mengucap terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Salah seorang penonton setengah baya, yang telah beberapa saat mengamati si pemuda bermain musik, bertanya kepadanya, ”Anak muda, engkau tampaknya bukan penduduk sini. Permainan musikmu bagus sekali! Apa yang hendak kamu sampaikan lewat lagu sedih yang kamu mainkan tadi?”

”Saya memang bukan penduduk sini, Pak. Saya dari desa s e b e l a h yang sed a n g tertimpa musibah.” ”Kamu ingin uang receh sebagai gantinya?” ”Tidak, tidak. Saya tidak menjual musik demi uang recehan...” ”Lalu untuk apa kamu bermain musik di tengah keramaian ini?” lanjutnya bertanya. ”Sebenarnya, saya bermaksud ingin menjual alat musik ini. Saya sengaja bermain musik agar calon pembeli bisa mendengarkan merdunya alat musik kesayangan saya ini,” jawab si pemuda seraya mengangsurkan alat musiknya kepada si penanya.

Sambil menerima dan meneliti alat musik tersebut, orang itu kembali berkata, ”Bila alat musik ini adalah kesayanganmu, kenapa engkau rela untuk menjualnya?” ”Tolong saya Pak, istri saya sedang menunggu kelahiran anak kami. Walaupun alat musik ini adalah harta terakhir yang sangat saya sayangi, tetapi saya tahu, saya pasti lebih mencintai istri dan anak saya. Demi sebuah kehidupan baru, rasanya layaklah pengorbanan ini,” jawabnya dengan mata berkacakaca.

Setelah menimbang beberapa saat, sang tuan merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan kepingan emas. ”Terimalah uang ini untuk membantu kelahiran anakmu.” Segera diterimanya uang itu, dan si pemuda berseru gembira. ”Terima kasih banyak, Pak! Sebagai balas budi, saya berjanji akan mengajarkan cara terbaik untuk memainkan alat musik ini kepada Anda.”

Dengan tangan yang lain, alat musik dikembalikan kepada si pemusik. Si pemuda kebingungan bertanya, ”Apa yang salah, Pak? Anda tadi sudah mendengar suaranya yang merdu kan ?” ”Hahaha , anak muda, saya sengaja membayarmu untuk menyimpan alat musik ini. Karena alat ini tempatnya adalah di tanganmu. Saya yakin, tak seorang pun mengenal dan bisa memainkannya sebagus dirimu.

Kerelaan menyerahkan hartamu yang paling berharga, demi cinta yang kau berikan, adalah layak untuk harga yang saya berikan kepada kamu.” Si pemuda terbata-bata bertanya, ”Pak, bagaimana saya harus membalas kebaikan ini?” ”Anak muda, berikan cinta kepada anakmu dan limpahkan kasih sayang kepada istrimu, dengan begitu kamu telah melunasi kebaikanku,” ucap si penolong sambil beranjak pergi meninggalkan si pemuda yang masih terkesima.

The Cup of Wisdom

Mau berkorban bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Lebih-lebih, mengorbankan apa yang paling kita senangi. Bisa memberi, apalagi memberi tanpa mengharapkan balasan, ini juga sikap luhur yang tidak mudah untuk dilakukan. Kita memerlukan latihan dan membiasakan diri dalam kesempatan yang ada.

Saya teringat kata-kata mutiara dalam bahasa Inggris:We make a living by what we get but we make a life by what we give . Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membuat hidup dari apa yang kita berikan. Mari kita tumbuh kembangkan sikap luhur ini dalam praktik di kehidupan kita. Saya yakin dan percaya, (dari) apa yang kita beri, pasti ada kelimpahan yang akan kita dapatkan. Salam sukses luar biasa!
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
3 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
26 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
58 menit yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
2 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved