Penjelasan SP JICT Tolak Konsesi Perpanjangan Asing

Jum'at, 10 Juli 2015 - 15:21 WIB
Penjelasan SP JICT Tolak...
Penjelasan SP JICT Tolak Konsesi Perpanjangan Asing
A A A
JAKARTA - Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (SP JICT) Nova Hakim menegaskan, aksi penolakan perpanjangan JICT oleh Hutchison dilakukan demi kedaulatan negara atas aset strategis dan menghindari potensi kerugian.

"Pesan aksi kita jelas dan konstan sejak tahun lalu (7 Agustus 2014) bahwa konsesi JICT dengan asing tidak layak diperpanjang karena dilakukan terburu-buru lima tahun sebelum kontrak habis dan dengan mekanisme tender tertutup. Di sini ada potensi kerugian negara dan aksi korporasi Pelindo II ini patut menjadi perhatian pemerintah," kata Nova dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Menurutnya, beberapa pihak yang menuding SP JICT tidak independen perlu dipertanyakan objektivitas dan nasionalismenya. "Silakan masyarakat menilai. Kami juga menantang Pak Lino (Dirut Pelindo II RJ Lino) untuk debat publik. Kami sudah siapkan kajian kerugian negara," ujarnya.

Sementara, terkait dokumen yang dikatakan sebagai resolusi, Nova membantah bahwa itu sebagai motif dibalik aksi penolakan. "Ini jelas pembelokan isu. Saya pikir publik akan objektif menilai," kata Nova.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa isu kesejahteraan yang dihembuskan pihak-pihak lain sangat tidak relevan.

"Profit per teus JICT, salah satu yang tertinggi di HPH. Pelayanan JICT terbaik di Indonesia dan di Asia Pasifik. Semua serba sistem dan otomatis. Bahkan banyak sistem di JICT yang dibangun sendiri oleh karyawan. Jadi gaji tinggi itu sebanding dengan keuntungan perusahaan dan pelayanan kepada pelanggan," tuturnya.

Dia mengaku bingung, RJ Lino mengkritik kesejahteraan karyawan sendiri yang bekerja nonstop siang malam dalam setahun, sementara dengan bangga menyatakan pada 2013 dia digaji Rp5 miliar per tahun.

"Enam tahun menjabat, gaji Rp5 miliar setahun, tapi masalah di pelabuhan enggak beres-beres. Dwelling time masih tinggi. Pembangunan Kalibaru terlambat dari jadwal. Pembelian belasan alat bongkar muat bermasalah dan menurut audit investigatif BPKP terjadi penyimpangan. Tarif pelabuhan juga masih tinggi. Apa tidak malu?" kata Nova.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved