PGN Akui FSRU Lampung Belum Salurkan Gas Maksimal
Jum'at, 10 Juli 2015 - 22:29 WIB
PGN Akui FSRU Lampung Belum Salurkan Gas Maksimal
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengakui hingga saat ini FSRU Lampung belum sepenuhnya menyalurkan gas secara maksimal. Pasalnya, kelistrikan di sekitar FSRU belum membutuhkan.
Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PGN, Wahid Sutopo menyatakan, saat ini FSRU Lampung belum menyalurkan gas, karena rencana awalnya, FSRU tersebut untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan. Meski demikian, saat ini kebutuhan bahan baku untuk kelistrikan telah terpenuhi.
"FSRU belum menyalurkan gas. FSRU rencananya untuk kelistrikan, karena yang pengalaman pasok LNG saat ini kelistrikan," ujar Wahid di Jakarta, Jumat (10/7/2015).
Menurutnya, fungsi FSRU digunakan saat dibutuhkan, dan itu juga terjadi pada FSRU di Dubai. "FSRU dipakai pas dibutuhkan. Saat ini kelistrikan belum membutuhkan," terang Wahid.
Keberadaan FSRU tersebut tidak sia-sia, karena investasi infrastruktur merupakan jangka panjang. Di saat dibutuhkan, semua sudah siap, tidak perlu saling menunggu. "Industri (gas) ini perlu keseimbangan, infrastruktur, pasokan, dan pasar," jelasnya.
Dia mengakui, pada 2 Agustus nanti, pihaknya akan mendatangkan LNG untuk industri di Medan. Gas tersebut diperoleh dari Arun-Belawan. Untuk tarif akan mengikuti persentase harga minyak dunia.
Baca juga:
Pertalite Diluncurkan H+7 Lebaran
Ini Ketentuan Pembayaran THR
Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PGN, Wahid Sutopo menyatakan, saat ini FSRU Lampung belum menyalurkan gas, karena rencana awalnya, FSRU tersebut untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan. Meski demikian, saat ini kebutuhan bahan baku untuk kelistrikan telah terpenuhi.
"FSRU belum menyalurkan gas. FSRU rencananya untuk kelistrikan, karena yang pengalaman pasok LNG saat ini kelistrikan," ujar Wahid di Jakarta, Jumat (10/7/2015).
Menurutnya, fungsi FSRU digunakan saat dibutuhkan, dan itu juga terjadi pada FSRU di Dubai. "FSRU dipakai pas dibutuhkan. Saat ini kelistrikan belum membutuhkan," terang Wahid.
Keberadaan FSRU tersebut tidak sia-sia, karena investasi infrastruktur merupakan jangka panjang. Di saat dibutuhkan, semua sudah siap, tidak perlu saling menunggu. "Industri (gas) ini perlu keseimbangan, infrastruktur, pasokan, dan pasar," jelasnya.
Dia mengakui, pada 2 Agustus nanti, pihaknya akan mendatangkan LNG untuk industri di Medan. Gas tersebut diperoleh dari Arun-Belawan. Untuk tarif akan mengikuti persentase harga minyak dunia.
Baca juga:
Pertalite Diluncurkan H+7 Lebaran
Ini Ketentuan Pembayaran THR
(dmd)
Lihat Juga :