BI: Rupiah Masih Akan Tertekan
Selasa, 14 Juli 2015 - 20:25 WIB
BI: Rupiah Masih Akan Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih akan mengalami tekanan, terutama dipengaruhi faktor eksternal. Pada Juni 2015, rupiah secara rata-rata melemah sebesar 1,28% (month to month) ke level Rp.13.311 per USD.
Dari sisi eksternal, sentimen terhadap rupiah dipengaruhi kekhawatiran terhadap negosiasi penyehatan fiskal Yunani menjelang jatuh tempo pembayaran utang.
"Hal ini juga disebabkan antisipasi investor terhadap arah kebijakan the Fed pada pertemuan FOMC Juni 2015," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Selasa (14/7/2015)
Dari sisi internal, meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan pembayaran deviden secara musiman pada triwulan II 2015 turut memberikan tekanan terhadap rupiah.
"Ke depan, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Sehingga, dapat mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkas Tirta.
Baca: USD Menguat, Rupiah Dibuka Tergelincir
Dari sisi eksternal, sentimen terhadap rupiah dipengaruhi kekhawatiran terhadap negosiasi penyehatan fiskal Yunani menjelang jatuh tempo pembayaran utang.
"Hal ini juga disebabkan antisipasi investor terhadap arah kebijakan the Fed pada pertemuan FOMC Juni 2015," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Selasa (14/7/2015)
Dari sisi internal, meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan pembayaran deviden secara musiman pada triwulan II 2015 turut memberikan tekanan terhadap rupiah.
"Ke depan, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Sehingga, dapat mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkas Tirta.
Baca: USD Menguat, Rupiah Dibuka Tergelincir
(dmd)