Terlalu Tergantung APBN, Ekonomi Indonesia Ringkih

Kamis, 16 Juli 2015 - 16:15 WIB
Terlalu Tergantung APBN,...
Terlalu Tergantung APBN, Ekonomi Indonesia Ringkih
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan ekonomi Indonesia terlalu tergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab itu, di saat pencairan APBN tersendat ekonomi negeri ini terguncang alias ringkih.

"Ekonomi kita bergantung pada APBN, karena masih belum sustainable dan saving masyarakat belum kuat. Jadi sangat bergantung ke APBN," kata Ketua Umum API Ade Sudrajat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Terlebih, lanjut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa pemerintahannya mengubah postur dan nomenklatur kementerian yang ada pada masa pemerintahan sebelumnya. Sementara, APBN yang telah ditetapkan sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mencakup berbagai kementerian yang ada saat itu.

"Jokowi menetapkan ada pergantian nama-nama kementerian, yang tentu harus mengubah nama penerima uang APBN. Ini yang menyebabkan penyerapan anggaran hingga pertengahan Juli ini baru 22%," imbuhnya.

Menurut Ade, penyerapan anggaran yang masih rendah sudah barang tentu menyebabkan uang yang mengalir ke masyarakat dari APBN sangat rendah. Sebab itu, masing-masing kementerian kini perlu kerja ekstra untuk menyelesaikan berbagai program kerja agar dana APBN bisa cair dan akhirnya kembali ke masyarakat.

"Jadi, kemacetan ekonomi ini diperkirakan akan berakhir di akhir tahun. Awal tahun depan kita akan menikmati kenaikan (ekonomi) yang sustainable," pungkasnya.

Baca juga:

Ekonomi Makin Lesu, Siap-siap PHK Massal

Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal

HT Ingatkan Pemerintah Jangan Remehkan Ekonomi Lesu
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved