Rupiah Lesu, RI Butuh Perbaikan Fundamental Ekonomi

Senin, 27 Juli 2015 - 23:08 WIB
Rupiah Lesu, RI Butuh...
Rupiah Lesu, RI Butuh Perbaikan Fundamental Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) harus segera diatasi agar dampaknya tidak semakin meluas. Untuk mengatasi masalah tersebut Indonesia membutuhkan perbaikan fundamental ekonomi.

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, pelemahan rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, yaitu menguatnya USD. Namun, faktor dari dalam juga ikut andil. “Pelemahan itu juga terjadi karena kita kurang mampu mengelola ekonomi,” ujarnya, Senin (27/7/2015)

Dia mengungkapkan ada tiga hal yang seharusnya segera dilakukan pemerintah. Pertama, mempercepat pertumbuhan investasi di Indonesia, dengan cara mendorong para investor dalam negeri dan luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air.

Kedua, kredit bank diarahkan ke sektor produktif. “Diatur jangan banyak disalurkan ke sektor konsumtif supaya dunia usaha ini bergulir,” kata Ketua Umum Partai Perindo ini.

HT mengungkapkan bila hal tersebut berjalan maka ekonomi akan tumbuh lebih baik dari sekarang. Lapangan kerja juga bisa tercipta, selain itu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal bisa diatasi.

Bila kedua langkah tersebut telah berjalan dengan baik, baru kemudian langkah ketiga dilakukan, yaitu menurunkan suku bunga. “Turunkan sekitar 0,25% supaya aktivitas usaha ini meningkat dengan baik. Namun, jangan diturunkan sekarang,” ujarnya.

Menurut HT, Indonesia membutuhkan perbaikan fundamental karena saat ini tidak memiliki penopang perekonomian yang kuat.

Sebagai perbandingan, pada era 1970-an ekonomi Indonesia ditopang oleh oil boom. Saat itu harga minyak naik, dan Indonesia masih tercatat sebagai anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Kini, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja Indonesia harus mengimpor minyak.

Setelah itu pada tahun 1980-an hingga 1990-an, Indonesia ditopang oleh pesatnya industri manufaktur. Investasi deras masuk ke Indonesia. “Menciptakan lapangan pekerjaan, jadi ada kekuatan yang mendukung ekonomi indonesia,” kata HT

Tahun 2000-an hingga dua tahun belakangan Indonesia ditopang oleh komoditas. Seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet. Namun saat ini komoditas tersebut sedang mengalami penurunan harga.

Akibatnya, tak ada lagi penopang yang kuat untuk perekonomian Indonesia saat ini. Apalagi “Kita sudah bergeser dari basis produksi ke konsumsi,” kata HT.

Untuk itu, tegas dia, pemerintah harus segera mendorong sektor produktif. Menggeser basis ekonomi yang saat ini didominasi oleh kosumsi menjadi basis produktif

Baca juga:

Euro Perkasa, Rupiah Terkapar ke Rp13.500/USD

BI Minta Masyarakat Jaga Kedaulatan Rupiah

Core: Tak Ada Sinyal Rupiah Balik Menguat
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hadiri Peresmian Kantor...
Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
HT: Semoga PP Makin...
HT: Semoga PP Makin Berkibar
Visi Misi Perindo Jelas,...
Visi Misi Perindo Jelas, Membangun Indonesia Sejahtera
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
14 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
38 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
43 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
59 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved