Ini Indikator Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi RI

Selasa, 28 Juli 2015 - 12:11 WIB
Ini Indikator Pengaruhi...
Ini Indikator Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Direktur Penelitian Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, ada beberapa indikator yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia (domestik), terutama dari dalam negeri.

Dia mengatakan, yang paling terlihat adalah perlambatan penjualan kendaraan bermotor seperti motor dan mobil yang terjadi perlambatan setelah kegiatan Pemilu 2014.

"Dilihat dari beberapa indikator melambat, yang paling terlihat adalah perlambatan penjualan kendaraan bermotor, mobil dan motor penjualannya sama-sama melambat setelah Pemilu 2014. Kemudian juga konsumsi semen, itu meskipun sempat naik, tapi turun terus usai Pemilu tahun lalu," kata dia di Gedung Sucofindo, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Menurutnya, Indonesia mengalami penurunan konsumsi dan penjualan di hampir semua bahan baku dan bahan modal. "Bahkan untuk listrik dan PLN turun juga meskipun hanya 2,64%," ujarnya.

Selanjutnya, kata Faisal, dari sisi penggunaan dan konsumsi rumah tangga, modal investasi cenderung ada penurunan terutama di dalam ekspor dan impor Indonesia.

"Itu turun signifikan. Sehingga diharapkan konsumsi pemerintah bisa berjalan dengan baik setelah ini. Karena penopang pertama dan utama masih berada di konsumsi masyarakat dan investasi," jelas dia.

Dari segi penanaman modal, penanaman modal asing (PMA) sejak 2010 mengalami perlambatan pertumbuhan jika dibanding penanaman modal dalam negeri (PMDN).

"PMA dan PMDN pertumbuhannya dari tahun ke tahun melambat sejak 2010. Di mana PMA pertumbuhannya 0%. Sedangkan PMDN masih positif meski lebih melambat juga," kata Faisal.

Di perdagangan impor, Indonesia sangat tertolong dengan kondisi harga minyak dunia yang saat ini terus turun. Selain itu, negara tujuan utama ekspor pun mulai bergeser.

"Kita tertolong di impor minyak dunia. Karena harganya yang terus turun meskipun di awal tahun ini sempat mengalami kenaikan. Negara tujuan ekspor pun berubah tahun ini. Biasanya, China selalu berada di urutan atas, namun karena saat ini China posisinya terus turun, dari Januari-Mei 2015 Tiongkok sudah ada di bawah Jepang. Amerika Serikat (AS) lebih stabil walaupun sama-sama turun tapi sedikit. India malah mengalami kenaikan 12%," jelasnya.

Sementara, dari sisi jenis brang, pertanian, manufaktur dan tambang juga mengalami penurunan. Padahal, Indonesia sangat terkerek oleh penurunan ekspor di pertambangan. Bahkan pertanian dan manufaktur saat ini mengalami penurunan walaupun tidak sebesar tambang.

Meski demikian, secara umum sektor-sektor tersebut mengalami perlambatan, bahkan hampir semua. Namun, ada juga sektor yang tumbuh dengan baik walaupun hanya sedikit.

"Misalnya, sektor telekomunikasi dan informasi yang hanya 1,2%. Kemudian di sektor keuangan juga tumbuh meskipun tidak sebesar telekomunikasi," pungkas Faisal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
56 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved