Minyak Mentah AS Jatuh karena Banjir Pasokan

Rabu, 29 Juli 2015 - 10:05 WIB
Minyak Mentah AS Jatuh...
Minyak Mentah AS Jatuh karena Banjir Pasokan
A A A
SINGAPURA - Minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) jatuh ke USD47,50/barel di perdagangan Asia karena kekhawatiran banjir pasokan global melebihi dampak dari perkiraan naiknya permintaan AS untuk minyak mentah pekan lalu dan melemahnya dolar AS (USD).

Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah AS untuk pengiriman September turun 25 sen menjadi USD47,73/barel pada pukul 08.03 WIB setelah mengakhiri sesi sebelumnya, yang naik 59 sen.

Sementara minyak berjangka Brent untuk pengiriman September turun 30 sen menjadi USD53. Kontrak turun 17 sen di sesi sebelumnya, dan psempat mencetak level USD52,28, terendah sejak 2 Februari 2015 di tengah kekhawatiran tentang jatuhnya pasar saham China, yang merupakan konsumen energi terbesar di dunia.

Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan, stok minyak mentah komersil AS susut 1,9 juta barel pada pekan lalu menjadi 462 juta. Stok minyak distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas naik 4,3 juta barel dibandingkan ekspektasi kenaikan 1,5 juta barel.

Survei Reuters menunjukkan, kesenjangan antara produksi minyak dunia dan konsumsi telah meluas setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi minyak sebanyak 31,25 juta barel per hari (bph) pada kuartal II tahun ini, di tengah permintaan 28,26 juta bph.

Kepala kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini bertemu dengan para pejabat Iran di Teheran pada Selasa waktu setempat untuk membahas pelaksanaan kesepakatan yang telah disepakati pada 14 Juli lalu terkait penghentian program nuklir Iran dengan imbalan mencabut sanksi ekonomi negara tersebut.

Sementara Menteri Energi Rusia Alexander Novak berharap, Rusia dapat menandatangani perjanjian pasokan gas alam ke China dari Siberia Barat, selain pasokan yang sudah disepakati sebelumnya dari rute timur.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved