Rupiah Lemah Tak Mau Beranjak dari Rp13.500/USD
Senin, 03 Agustus 2015 - 10:02 WIB
Rupiah Lemah Tak Mau Beranjak dari Rp13.500/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka stagnan, tak mau beranjak di atas level Rp15.000/USD, di tengah tekanan penguatan USD.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan lalu terkapar melewati Rp13.500/USD lantaran USD semakin menguat setelah rilis data ekonomi. (Baca: Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD)
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada tetap di level 13.510 per USD sama dengan pekan sebelumnya.
Kemudian, nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka di angka Rp13,514/USD, menguat 25 poin dibanding penutupan perdagangan pekan lalu Rp13.539/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas ada pada level Rp13.507/USD. Posisi tersebut sedikit naik 9 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.553/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.548/USD, terdepresiasi 67 poin dari penutupan sebelumnya di angka Rp13.481/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada melihat rupiah sulit menguat sebagai imbas masih adanya penguatan lanjutan dari USD. Penyebabnya seiring kemungkinan kian dekatnya The Fed menaikan suku bunganya pada September. "Lalu adanya antisipasi terhadap kemungkinan akan melemahnya rilis data-data ekonomi," ujarnya.
Ini membuat rupiah kehilangan momentum akan terjadinya pembalikan arah menguat. Ditambah belum adanya sentimen positif terutama dari pemerintah yang cukup signifikan.
"Pelemahan laju rupiah yang terus berlangsung masih memberikan tren negatif pada pergerakannya sehingga masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan" jelas Reza.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan lalu terkapar melewati Rp13.500/USD lantaran USD semakin menguat setelah rilis data ekonomi. (Baca: Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD)
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada tetap di level 13.510 per USD sama dengan pekan sebelumnya.
Kemudian, nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka di angka Rp13,514/USD, menguat 25 poin dibanding penutupan perdagangan pekan lalu Rp13.539/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas ada pada level Rp13.507/USD. Posisi tersebut sedikit naik 9 poin dibanding perdagangan sebelumnya di Rp13.553/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.548/USD, terdepresiasi 67 poin dari penutupan sebelumnya di angka Rp13.481/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada melihat rupiah sulit menguat sebagai imbas masih adanya penguatan lanjutan dari USD. Penyebabnya seiring kemungkinan kian dekatnya The Fed menaikan suku bunganya pada September. "Lalu adanya antisipasi terhadap kemungkinan akan melemahnya rilis data-data ekonomi," ujarnya.
Ini membuat rupiah kehilangan momentum akan terjadinya pembalikan arah menguat. Ditambah belum adanya sentimen positif terutama dari pemerintah yang cukup signifikan.
"Pelemahan laju rupiah yang terus berlangsung masih memberikan tren negatif pada pergerakannya sehingga masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan" jelas Reza.
(dmd)