Rupiah Diperkirakan Masih Terdepresiasi
Selasa, 04 Agustus 2015 - 08:40 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Terdepresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih terdepresiasi.
"Laju rupiah di atas level support Rp13.505. Tampakya harapan kami akan adanya perbaikan laju rupiah kian pupus dengan kembali berlanjutnya pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Menurut dia, pelaku pasar dapat mencari alternatif valas lainnya yang lebih dapat memberikan hasil positif. Karena itu, dia menyarankan, tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis.
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.485-Rp13.506/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.492/USD, terkoreksi 11 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.481/USD.
Dia menjelaskan, meski data-data Amerika Seerikat (AS) tercatat kurang baik di akhir pekan kemarin, namun laju USD tampaknya tidak terlalu mengalami pelemahan.
Melemahnya data-data AS juga diimbangi dengan melemahnya data-data di Asia, terutama dari China dan Korea Selatan yang cenderung menurun, sehingga kurang kuat untuk melemahkan laju USD.
Melemahnya data-data di Asia tersebut membuat laju yuan dan won cenderung turun, sehingga memberikan kesempatan bagi USD untuk dapat menguat. Rupiah pun ikut terkena imbasnya.
"Laju rupiah di atas level support Rp13.505. Tampakya harapan kami akan adanya perbaikan laju rupiah kian pupus dengan kembali berlanjutnya pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Menurut dia, pelaku pasar dapat mencari alternatif valas lainnya yang lebih dapat memberikan hasil positif. Karena itu, dia menyarankan, tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis.
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.485-Rp13.506/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.492/USD, terkoreksi 11 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.481/USD.
Dia menjelaskan, meski data-data Amerika Seerikat (AS) tercatat kurang baik di akhir pekan kemarin, namun laju USD tampaknya tidak terlalu mengalami pelemahan.
Melemahnya data-data AS juga diimbangi dengan melemahnya data-data di Asia, terutama dari China dan Korea Selatan yang cenderung menurun, sehingga kurang kuat untuk melemahkan laju USD.
Melemahnya data-data di Asia tersebut membuat laju yuan dan won cenderung turun, sehingga memberikan kesempatan bagi USD untuk dapat menguat. Rupiah pun ikut terkena imbasnya.
(rna)