Aktivitas Pabrik China Terus Melemah

Selasa, 04 Agustus 2015 - 11:01 WIB
Aktivitas Pabrik China...
Aktivitas Pabrik China Terus Melemah
A A A
BEIJING - Aktivitas pabrik China menyusut melebihi proyeksi awal pada Juli. Penyusutan terjadi saat pesanan baru melemah dan menepis harapan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mungkin akan pulih.

Data Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index /PMI) yang disusun Caixin/ Markit menunjukkan penyusutanmenjadi47,8padaJuli, level terendah sejak Juli 2013, dari49,4padaJuni. Datainilebih buruk dibandingkan data awal 48,2 dan menandai penurunan dalamlimabulanberturut-turut. Laporan ini setelah survei yang menunjukkan pertumbuhan diberbagai perusahaan manufaktur yang melemah. Kondisiini menunjukkan ekonomi China membutuhkan lebih banyak stimulus saat perekonomian menghadapi risiko terbaru dari rontoknya pasar saham.

Banyak analis memperkirakan berbagai langkah baru diperlukan dalam beberapa pekan mendatang. Pesanan baru mengalami penyusutan bulan lalu setelah tumbuh pada Juni. Adapun, penurunan output pabrik terjadi untuk tiga bulan berturut-turut, mencapai 47,1, level yang belum pernah dialami dalam lebih tiga setengah tahun. Hasil survei yang menunjukkan memburuknya kondisi bisnis itu memaksa banyak perusahaan mengurangi pegawai dalam21bulanberturut- turut.

Pabrik- pabrik juga mengurangi harga penjualan ke level terendah dalam enam bulan untuk meningkatkan daya saing mempertahankan margin laba. ”Kami yakin kepanikan pasar saham pada awal Juli akan membekukan aktivitas ekonomi, seperti terlihat dalam data PMI manufaktur,” ungkap ekonom ING Tim Condon dalam catatan riset sebelum data PMI oleh Caixin dirilis kemarin, dikutip kantor berita Reuters.

Meski demikian, Condon menjelaskan, melemahnya aktivitas pabrik mungkin akan berubah jika pasar saham mendapat dukungan kebijakan baru dari pemerintah. PMI resmi pada akhir pekan juga lebih lemah dibandingkan perkiraan, turun menjadi 50 pada Juli, dari 50,2 pada Juni. Survei resmi oleh pemerintah itu fokus pada perusahaan- perusahaan besar.

Adapun, sektor jasa mengalami sedikit pertumbuhan, menutupi penurunan dari aktivitas pabrik. Perusahaan-perusahaan jasa melaporkan pesanan baru mengalami penurunan dan mereka harus mengurangi pegawai di level tercepat.

China Glass Holdings Ltd akhir pekan lalu menjadi yang terbaru dari sejumlah perusahaan yang mengeluarkan peringatan laba karena melemahnya permintaan. Perusahaan itu memperkirakan penurunan laba pada semester I/2015.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
8 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
21 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
34 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
45 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved